Selasa, 03 Desember 2019

Metedologi Penelitian

Konsep Penelitian Kualitatif
1. Karakteristik Penelitian Kualitatif
Ada beberapa ciri-ciri penelitian kualitatif yaitu :
a. Latar alamiah
    Dalam penelitian kualitatif di lakukan pada latar alamiah atau sesuai dengan kenyataan-kenyataan yang terjadi dilapangan.
b. Manusia sebagai instrumen
   Dalam penelitian kualitatif manusia atau peneliti sangatlah penting dalam pengumpulan data karena hanya manusialah yang dapat beerhubungan dengan responden atau objek lainnya.
c. Metode Kualitaif
   Dalam penelitian kualitatif peneliti menggunakan metode kualitatif yaitu wawancara, pengamatan dan penelaahan data terhadap objek yang akan diteliti.
d. Analisis data secara induktif
    Penelitian kualitatif ini pencarian datanya tidak dimaksudkan untuk membuktikan hipotesis yang telah dirumuskan tetapi lebih ke pembentukkan abstraksi berdasarkan bagian-bagian yang telah dikumpulkan.
e. Deskriptif
    Dalam penelitian ini nantinya akan berupa gambaran atau kata-kata bukan agka-angka.

2. Prosedur Penelitian Kualitatif
    Dalam melakukan penelitian kualitatif dilakukan dengan prosedur :
a. Wawancara
    Sebelum melakukan penelitian kualitatif peneliti melakukan wawancara terlebih dahulu untuk mendapatkan informasi tentang objek yang akan diteliti.
b. Studi Lapangan
    Setelah melakukan wawancara peneliti melakukan pengamatan secara langsung terhadap objek yang diteliti..
d. Telaah Dokumen
     Peneliti melakukan pengumpulan data dan pencarian informasi melalui pencarian dan penemuan bukti-bukti.
e. Big Data
    Kemudian dalam penelitian ini melakukan pengolahan data terhadap informasi yang telah didapatkan.
    
Jawaban pertanyaan
1. Manusia sebagai alat (Instrumen) adalah dalam penelitian kualitatif manusia merupakan suatu hal yang sangat penting dalam mengumpulkan data karena manusialah yang dapat berhubungan dengan responden dan objek lainnya.
2. Ada 4 kriteria khusus keabsahan data dalam penelitian kualitatif yaitu :
   a. Derajat kepercayaan
       Penelitian tingkat kepercayaan penemuannya dapat tercapai dan dapat menunjukkan derajat kepercayaan penemuan dengan bukti-bukti.
   b.  Keteralihan
        Keteralihan sebagai persoalan empiris bergantung pada kesamaan antara konteks pengirim dan penerima. Untuk melakuakan pengalihan tersebut seorang peneliti mencari dan mengumpulkan kejadian empiris tentang kesamaan konteks.
   c. Kebergantungan
       Konsistensi dari serangkaian pengukuran dalam penelitian harus saling kebergantungan atau berkaitan satu sma laainnya.
   e. Kriteria Kepastian
       Objektivitas-subjektivitasnya harus memiliki kepastian.
3. Yang dimaksud dengan standar normatif adalah ide penulisan standar atau sudah diketahui secara umum. Jadi dalam wawancara kita dapat menanyakan hal-hal yang sudah diketahui secara umum.

Jumat, 19 Juli 2019

Tutorial Membuat Animasi Pada PowerPoint



Assalamu’alaykum Wr.Wb 
PowerPoint merupakan sebuah program komputer untuk melakukan presentasi. Supaya presentasi yang akan anda sampaikan lebih menarik anda dapat menambahkan animasi pada silde presentasi anda. Tapi masih banyak yang belum mengerti cara membuat animasi pada sebuah presentasi. Nah oleh karena itu di sini saya akan menjelaskan tutorial membuat animasi pada sebuah presentasi. 

Tutorial atau cara membuat animasi di Power point :
1.      Sebelum membuat animasi tentunya kita harus memilih objek yang akan diberi animasi. Objek ini dapat di ambil dari insert di pictures atau shapes.
Contohnya di sini saya ingin membuat quiz dengan adanya benar salah. Untuk objek ini pertama saya membuat jawaban yang benar dan salah. Dan juga membuat kata “BENAR” dan “SALAH”

2.      Kemudian klik tab Animation pilih Custom Animation

3.      Setelah itu pilih animasi yang di inginkan atau yang akan di buat. Animasi ini terdiri dari 4 yaitu Entrance, Emphasis, Exit dan Motion Path
Di contoh ini saya memilih animasi “Entrance” jenis “Fade” yang akan membuat gambar muncul secara perlahan.

4.      Pilih star “On Click” yang mana kata “BENAR” dan “SALAH” hanya akan muncul apabila di clik pada jawaban.

5.      Setelah itu pilih “Timing” click “Triggers”

6.      Kemudian pilih “Start effect on click of : TextBox 5: A.POLISI (Ini berfungsi untuk kata salah akan muncul apabila di click pada kata A. POLISI)

7.      Lalu click OK

Kini slide presentasi pun sudah di tambahkan animasi sehingga lebih menarik dari pada sebelumnya. Nah begitu selanjutnya jika anda ingin menambahkan animasi lagi di slide lainnya.

Terima Kasih J J J

Kamis, 30 Mei 2019

Materi 14 Kurikulum



DESAIN EVALUASI KURIKULUM
1.        KOMPONEN KURIKULUM
Untuk mengetahui efektivitas kurikulum dan dalam upaya memperbaiki serta menyempurnakan kurikulum, maka diperlukan evaluasi kurikulum. Evaluasi kurikulum merupakan suatu bidang yang berkembang dengan cepat, termasuk evaluasi terhadap implementasi kurikulum.
Menurut Oemar Hamali (2008) adapun komponen desain evaluasi yaitu :
a.         Penentuan garis besar evaluasi
Ø  Identifikasi tingkat pembuatan keputusan
ØProyek situasi keputusan bagi setiap tingkat pembuatan keputusan dengan menetapkan lokasi, fokus, waktu, dan komposisi alternatifnya.
b.        Pengumpulan informasi
Ø  Spesifikasi (memerinci) sumber-sumber informasi yang akan dikumpulkan
- Spesifikasi instrumen dan metode pengumpulan informasi yang di perlukan
- Spesifikasi prosedur sampling yang akan digunakan
- Spesifikasi kondisi dan skedul informasi untuk dikumpulkan
c. Organisasi informasi
- Spesifikasi format informasi yang akan dikumpulkan
- Spesifikasi alat pengkodean, pengorganisasian, dan penyimpanan informasi
d. Analisis informasi
Spesifikasi prosedur analisis yang akan dilaksanakan dan spesifikasi alat untuk melaksanakan analisis.
e. Pelaporan informasi
- Penentuan pihak penerima (audience) laporan evaluasi
- Spesifikasi alat penyedia informasi pada penerima informasi
- Spesifikasi format laporan informasi
- Jadwal pelaporan informasi
f. Administrasi evaluasi
- Rangkuman jadwal evaluasi
- Penentuan staff dan berbagai tuntutan sumber, serta perencanaan pemenuhan tuntutan tersebut
- Spesifikasi alat untuk memenuhi tuntutan kebijakan dalam melaksanakan evaluasi
- Penilaian keampuhan desain evaluasi guna menyediakan informasi yang valid, reliable, credible dan sesuai dengan waktu yang tersedia.
2.        TEKNIK EVALUASI
Secara garis besar, teknik evaluasi yang digunakan dapat digolongkan menjadi 2 macam, yaitu :
a.       Teknik non tes
Ada beberapa teknik non-tes yaitu :
1) Wawancara atau interview
Teknik wawancara ini dilakukan dengan mengadakan tanya jawab, baik secara langsung maupun menggunakan media. Alat yang digunakan adalah pedoman wawancara. Tentu saja pedoman wawancara mengacu kepada tujuan yang ditetapkan.
2) Angket
Angket adalah wawancara yang dilakukan secara tertulis. Prinsip penggunaan dan penyusunan alat sama dengan wawancara.
3) Pengamatan atau observasi
Dilakukan dengan cara melakukan pengamatan terhadap kegiatan baik langsung atau tak langsung. Alat yang digunakan berupa panduan observasi yang disusun dalam bentuk check list atau skala penilaian.
4) Daftar cek atau check list
Terdiri dari sejumlah butir yang digunakan untuk melakukan penilaian dengan membubuhkan cek pada alat itu sesuai dengan keadaan yang dinilai.
5) Skala penilaian
Butir-butir yang dinilai dibuatkan rentangan nilai pada skala. Setiap gejala yang muncul berdasarkan pada butir itu dibuat penilaian.
b.      Teknik tes
Teknik tes biasanya digunakan untuk menilai hasil atau produk kurikulum, yang berupa hasil belajar siswa. Tes dapat dilakukan dengan tiga cara, yaitu tes lisan, tes tulisan dan tes perbuatan. Tes lisan dilakukan secara verbal. Ini terutama bertujuan untuk menilai :
a)      Kemampuan memecahkan masalah.
b)      Proses berpikir terutama melihat hubungan sebab akibat
c)      Menggunakan bahasa lisan
d)     Kemampuan mempertanggungjawabkan pendapat atau konsep yang dikemukakan
Tes perbuatan adalah tes yang dilaksanakan dengan jawaban menggunakan tindakan atau perbuatan. Ini berfungsi untuk menilai psikomotor .
Tes ini terutama bertujuan untuk menilai kemampuan :
a)      Manipulatif, yaitu kemampuan menggunkan alat.
b)      Manual, yaitu kemampuan melakukan perbuatan berdasarkan petunjuk.
c)      Non verbal, kemampuan yang susah diungkapkan secara verbal.
d)     Meningkatkan kesadaran diri tentang kemampuannya. Sehingga menimbulkan motivasi belajar.
Teknik tertulis dilakukan secara tertulis baik soal maupun jawabannya. Teknik ini mempunyai kegunaan yang sangat luas.
Pelaksanaan tes dapat menggunakan instrumen yang berupa tes baku atau tes buatan guru. Acuan yang digunakan dapat berupa acuan patokan ataupun acuan norma.
Untuk dapat melakukan penilaian kurikulum sebaik-baiknya diperlukan sikap dan kemampuan guru merencanakan dan melaksanakan evaluasi. Sehingga dapat diperoleh balikan kurikulum berdasarkan kenyatann yang di hadapi.
Kesimpulannya teknik-teknik evaluasi ini dapat mempermudah suatu guru atau sekolah unutk melihat setiap perkembangan yang terjadi pada setiap anak didiknya dan kekurangan terhadap proses pembelajaran yang diberikan sehingga mereka dapat menentukan apa yang akan dilakukan untuk kedepannya dan seperti apa proses pembelajaran yang akan dilakukan.
3.        INSTRUMEN EVALUASI
a.      Defenisi, Istilah dan Ringkasan
Istilah evaluasi, pengukuran dan tes sering diartikan sama atau saling bertukar, namun beberapa pemakai member arti yang berbeda bagi masing-masing istilah tersebut oleh Worthen & Sanders, seperti dikutip Farida Yusuf TN (2000) sebagai berikut :
a)      Tes, ialah sejumlah pertanyaan yang diberikan untuk dijawab.
b)      Pegukuran, lebih luas dari tes. Pengukuran dapat dilakukan dengan beberapa cara di samping dengan tes, antara lain dengan observasi, skala rating, cek list yang dapat memberikan informasi dalam bentuk kuantitatif.
c)      Evaluasi, pengertian evaluasi mencakup tes dan pengukuran butir a dan b di atas yaitu : Proses pengumpulan informasi untuk membuat penilaian, yang mana kemudian digunakan sebagai bahan pertimbangan dalam membuat keputusan.
d)     Observation (pengamatan), yang dilakukan guru atau pengajar tentang siswanya, dicatat untuk melengkapi informasi tentang siswanya.
e)      Anecdotal Record (AR). Catatan guru hasil pengamatan perilaku siswa yang dianggap penting untuk pertimbangan, melengkapi hasil evaluasi dengan instrument lainnya.
f)       Rating Scale (RS). Berbeda dengan AR yang tidak terstruktur. RS dapat memberikan prosedur yang sistematik dalam mencatat dan melaporkan hasil evaluasi, hasil observasi yang terstruktur, dan ada degree yang dipilih.
g)      Ceklist (CL). Ceklist hampir sama dengan RS, perbedaannya adalah macam pilihan yang diberikan untuk pertimbangan. Pada RS ada degree atau tingkatan yang harus dipilih. Pada CL yang dipilih adalah YA atau TIDAK karakteristik yang disebutkan dalam pilihan, jadi lebih sederhana.

b.      Langkah-langkah Menyiapkan Instrumen Evaluasi
1)      Tentukan unit materi yang akan dievaluasi atau dites
2)      Rumusan Tujuan Pembelajaran Umum (TPU) dan Tujuan Pembelajaran Khusus (TPK),
3)      Siapkan kisi-kisi.
4)      Buatlah butir-butir tes yang relevan dengan TPK.
Tujuan pembelajaran harus relevan dengan tujuan kurikulum dan tujuan kurikulum harus relevan dengan tujuan institusional dan tujuan nasional.
Tujuan Pembelajaran Umum (TPU) biasanya dirumuskan dalam bentuk dan kata-kata yang lebih umum.
Tujuan Pembelajaran Khusus (TPK) hendaknya mempunyai 4 elemen yang di singkat ABCD, yaitu singkatan dari kata-kata Audience, Behaviour, Condition dan Degree.

c.       Instrumen Evaluasi Teknik Observasi
Observasi langsung adalah satu-satunya cara untuk mengevaluasi beberapa aspek belajar dan perkembangan yang memerlukan info tambahan dari alat evaluasi yang lain. Hal ini dapat diperoleh dengan teknik-teknik seperti (1) Anecdotal Record (AR), (2) Rating Scale (RS), (3) Ceklist (CL).


SUMBER :
Prof. Dr. H. Oemar Hamalik. 2007. Dasar-Dasar Pengembangan Kurikulum. Bandung : PT Remaja Rosdakarya
Drs. H. Muhammad Ali, M.Pd., M.A. 1984. Pengembangan Kurikulum Di Sekolah. Bandung: Sinar Baru Algensindo
DR. Farida Yusuf Tayibnapis, M.Pd. 2008. Evaluasi Program dan Instrumen Evaluasi untuk Program Pendidikan dan Penelitian. Jakarta : Rineka Cipta

Materi 13 Kurikulum



IMPLEMENTASI KURIKULUM PENDIDIKAN ANAK USIA DINI

1.        PROGRAM TAHUNAN
Program tahunan merupakan program umum setiap mata pelajaran untuk setiap kelas, yang dikembangkan oleh guru mata pelajaran yang bersangkutan. Program ini perlu dipersiapkan dan dikembangkan oleh guru sebelum tahun ajaran, karena merupakan pedoman bagi pengembangan program-program berikutnya, yakni program pengembangan program – program berikutnya, yakni program semester, program mingguan dan program harian atau program pembelajaran setiap kompetensi dasar.

Sumber-sumber yang dapat dijadikan bahan pengembangan program tahunan antara lain :
1)        Daftar kompetensi standar  sebagai konsekuensi nasional, yang dikembangkan dalam silabus setiap mata pelajaran yang akan dikembangkan
2)        Ruang lingkup dan urutan kompetensi. Untuk mencapai tujuan pembelajaran diperlukan materi pembelajaran. Materi pembelajaran tersebut disusun dalam topik / tema dan sub topic / sub tema , yang mengandung ide-ide pokok sesuai dengan kompetensidan tujuan pembelajaran
3)        Kalender pendidikan, penyusunan kalender pendidikan selama satu tahun pelajaran mengacu pada efisiensi, efektifitas dan hak peserta didik. Dalam kalender pendidikan dapat kita lihat berapa jam waktu efektif yang dapat digunakan untuk kegiatan pembelajaran termasuk waktu libur dan lain-lain. Dengan demikian dalam menyusun program tahunan perlu memperhatikan kalender pendidikan. Hari belajar efektif dalam satu tahun pelajaran dilaksanakan dengan menggunakan sistem semester yang terdiri atas 34 minggu

Berdasarkan sumber-sumber tersebut, dapat ditetapkan dan dikembangkan jumlah kompetensi dasar dan waktu yang tersedia untk menyelesaikan kompetensi dasar, jumlah ulangan , baik ulangan umum maupun ulangan harian dan jumlah waktu cadangan

2.        PROGRAM SEMESTER
           
Program semester berisikan garis-garis besar mengenai hal-hal yang hendak dilaksanakan dan dicapai dalam semester tersebut.Program semester ini merupakan penjabaran dari program tahunan. Pada umumnya program semester ini berisikan tentang bulan, pokok bahasan yang hendak disampaikan , waktu yang di rencanakan, dan keterangan-keterangan.Promes atau program semester merupakan penjabaran dari program tahunan yang berisi hal-hal yang ingin dicapai pada semester tersebut. Program semester ( promes ) adalah rumusan kegiatan belajar mengajar untuk satu semester yang kegiatannya dibuat berdasarkan pertimbangan alokasi waktu yang tersedia, jumlah pokok bahasan yang ada dalam semester tersebut dan frekuensi ujian yang di sesuaikan dengan kalender pendidikan. Program semester akan mempermudah guru dalam alokasi waktu mengajarkan materi yang harus di capai dalam semester tesebut. Atau dengan pengertian lainnya yakni bahwa program semester merupakan penjabaran dari program tahunan sehingga program semester ini tidak bisa disusun sebelum tersusun program tahunan. Program semester berisiskan garis-garis besar mengenai hal-hal yang hendak dilaksanakan dan di capai dalam semester tersebut
Dalam mengembangkan program semester, harus memperhatikan beberapa langkah yaitu : mempelajari isi dokmen kurikulum yang berupa pedoman pengembangan program pembelajaran, memilih tema yang akan digunakan dan menetapkan alokasi waktu untuk setiap tema, serta mengidentifikasi tema menjadi subtema kemudian dibuat dalam bentuk table

a.         Tema
Tema disini merupakan focus perencanaan / titik awal perencanaan dalam proses pembelajaran. Fungsinya untuk menyatukan isi kurikulum dalam satu perencanaan yang utuh / holistic, memperkaya perbendaharaan bahasa anak, membuat pembelajaran lebih bermakna dan membantu anak mengenal berbagai konsep secara mudah dan jelas.
b.        Identifikasi Tema ke subtema
Identifikasi tema ke dalam subtema ini biasanya dilakukan pada tahun awal pelajaran melalui berbagi pertimbangan, antara lain pengalaman percakapan awal dengan anak didik tentang tema, gambar, hasil karya siswa, topik percakapan siswa dengan teman sebayanya, alat bermain yang sering dimainkan siswa.

c.         Identtifikasi Tema menjadi kegiatan
       Selanjutnya subtema di identifikasikan menjadi berbagai kegiatan yang terkait dengan subtema tersebut. Untuk lebih memudahkan dalam identifikasi, bisa menggunakan kalimat Tanya “ 5W 1H “ yaitu : apa ( what ), siapa ( who ), kapan             ( when), dimana( where ), mengapa ( why ) dan bagaimana ( how )

Dalam program pendidikan semester dipakai satuan waktu terkecil yaitu satuan semester untuk menyatakan lama nya satu program pendidikan.Masing-masing program semester sifatnya lengkap dan merupakan satu kebulatan dan berdiri sendiri. Pada setiap akhir semester segenap bahan kegiatan program semester yang disajikan harus sudah selesai dilaksanakan

Ø    Hal – hal yang ada pada program semester :
1)                  Identitas
·                     Satuan pendidikan
·                     Mata pelajaran
·                     Kelas/ semester
·                     Tahun pelajaran

2)                  Format isian
·                     Tema
·                     Sub tema
·                     Pembelajaran ke alokasi waktu
·                     Bulan yang terinci per minggu
·                     Keterangan yang di isi kapan pelaksanaan pembelajaran berlangsug
·                     Langkah menyusun program semester
Ø    Langkah yang harus di kerjakan untuk menyusun program semester :
1)                  Mengimput / memasukkan Kompetensi Dasar, Topik dan Sub Topik bahasan dalam format program semester
2)                  Menetapkan jumlah jam pada kolom minggu dan jumlah tatp muka perminggu untuk setiap mata pelajaran
3)                  Mengalokasikan waktu sesuai kebutuhan bahasan topic pada kolom minggu dan bulan
4)                  Membuat catatan / keterangan untuk bagian-bagian yang memerlukan penjelasan

Ø    Fungsi program semesrter dalam kegiatan pendidikan / pembelajaran :
1)                  Menyederhanakan / memudahkan tugas seorang guru dalam pembelajaran selama satu semester
2)                  Sebagai pedoman / acuan arah kegiatan dalam mencapai tujuan pembelejaran yang di pogramkan
3)                  Sebagai pola dasar dalam mengatur tugas dan wewenang bagi setiap unsur yang terlibat dalam kegiatan pembelajaran
4)                  Sebagai pedoman kerja bagi guru sekaligus bagi murid
5)                  Sebagai parameter efektivitas dalam suatu proses pembelajaran
6)                  Sebagai bahan penyusunan data agar terjadi keseimbangan kerja
7)                  Menghemat waktu, tenaga, alat-alat dan biaya karena berlangsungnya program kerja yang efektif dan efisien serta terukur
            Sebelum menyusun program semester seorang guru terlebih dahulu harus mengetahui tentang kalender akademik sebagia acuan untuk menyusun program tersebut.
Ø    hal-hal yang terdapat pada kalender akademik adalah :
1)                  Permulaan tahun pelajaran adalah waktu dimulainya kegiatan pembelajaran pada awal tahun pelajaran pada setiap satuan pendidikan
2)                  Minggu efektif belajar adalah jumlah minggu kegiatan pembelajaran untuk setiap tahun pelajaran pada setiap satuan pendidikan
3)                  Waktu pembelajaran efektif adalah jumlah jam pembelajaran setiap minggu, meliputi jumlah jam pembelajaran untuk seluruh mata pelajaran termasuk muatan lokal ditambah jumlah jam untuk kegiatan pengembangan diri
4)                  Waktu libur adalah waktu yang di tetapkan untuk tidak di adakan kegiatan pembelajaran terjadwal pada satuan pendidikan yang dimaksud. Waktu libur dapat berbentuk jeda tengah semester, jeda antar semester, libur akhir tahun pellajaran, hari libur keagamaan, hari libur umum termasuk hari-hari besar nasional, dan hari libur khusus

Ø    Langkah-langkah penetapan kalender akademik adalah sebagai berikut :
1)                  Mengacu pada kalender pendidikan nasional yang diterbitkan oleh Kemendikbud dan atau Kemenag sebagia pedoman dalam menentukan kalender akademik pada masing-masing satuan pendidikan
2)                  Menentukan minggu efektif, libur tengah semsester, libur antars semester, serta libur akhir tahun dengan acuan jumlah yang telah di tetapkan
3)                  Menyesuaikan kalender akademik dengan kondisi hari-hari libur umum maupun agama
4)                  Menentukan periode efektif pembelajaran dengan mempertimbangkan hari-hari yang akan tersita untuk kegiatan – kegiatan pengembangan diri, baik ekstrakulikuer maupun bimbingan konseling terpadu
5)                  Menentukan bbot dan alokasi hari-hari pembelajaran efektif setelah disesuiakan dengan hari efektif fakultif seperti hari – harri pembelajaran di bulan puasa agama islam
6)                  Melakukan rekap kalender akademik selama satu tahun penuh, atau dapat pula ditambah kalender akademik per semester dan per bulan dengan telah di teliti secara sesaksama oleh tim perumus kalender pendidikan

Ø    Fungsi kalender pendidikan akademik dalam kegiatan pendidikan / pembelajaran
1)                  Mendorong efektivitas dan efisiensi proses pembelajaran di sekolah
2)                  Menyerasikan ketetuan mengenai hari efektif dan hari libur sekolah
3)                  Pedoman dalam menyusun program kegiatanpembelajaran di sekolah
4)                  Pedoman bagi guru untuk menyusun program tahunan, program semester, serta membuat rencana pelaksanaan pembelajaran dan satuan acara pembelajaran 


SUMBER :
Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan sebuah panduan praktis.Mulyasa.Bandung . PT Remaja Rosdakarya . 2010
Implementasi dan Inovasi Kurikulum PAUD  2013 program pembelajaran berbasis Multiple Inteligences. Suyadi , Dahlia . Bandung. PT Remaja Rosdakarya.2014