DESAIN EVALUASI KURIKULUM
1.
KOMPONEN KURIKULUM
Untuk mengetahui efektivitas
kurikulum dan dalam upaya memperbaiki serta menyempurnakan kurikulum, maka diperlukan
evaluasi kurikulum. Evaluasi kurikulum merupakan suatu bidang yang berkembang
dengan cepat, termasuk evaluasi terhadap implementasi
kurikulum.
Menurut Oemar Hamali (2008) adapun
komponen desain evaluasi yaitu :
a.
Penentuan garis besar evaluasi
Ø Identifikasi
tingkat pembuatan keputusan
ØProyek
situasi keputusan bagi setiap tingkat pembuatan keputusan dengan menetapkan
lokasi, fokus, waktu, dan komposisi alternatifnya.
b.
Pengumpulan informasi
Ø Spesifikasi
(memerinci) sumber-sumber informasi yang akan dikumpulkan
- Spesifikasi instrumen dan metode pengumpulan
informasi yang di perlukan
- Spesifikasi prosedur sampling yang akan digunakan
- Spesifikasi kondisi dan skedul informasi untuk
dikumpulkan
c. Organisasi informasi
- Spesifikasi format informasi yang akan dikumpulkan
- Spesifikasi alat pengkodean, pengorganisasian, dan
penyimpanan informasi
d. Analisis informasi
Spesifikasi prosedur analisis yang akan dilaksanakan
dan spesifikasi alat untuk melaksanakan analisis.
e. Pelaporan informasi
- Penentuan pihak penerima (audience) laporan
evaluasi
- Spesifikasi alat penyedia informasi pada penerima
informasi
- Spesifikasi format laporan informasi
- Jadwal pelaporan informasi
f. Administrasi evaluasi
- Rangkuman jadwal evaluasi
- Penentuan staff dan berbagai tuntutan sumber,
serta perencanaan pemenuhan tuntutan tersebut
- Spesifikasi alat untuk memenuhi tuntutan kebijakan
dalam melaksanakan evaluasi
- Penilaian keampuhan desain evaluasi guna
menyediakan informasi yang valid, reliable, credible dan sesuai dengan waktu
yang tersedia.
2.
TEKNIK EVALUASI
Secara garis besar, teknik evaluasi yang digunakan
dapat digolongkan menjadi 2 macam, yaitu :
a.
Teknik non tes
Ada beberapa teknik non-tes yaitu :
1) Wawancara atau interview
Teknik wawancara ini dilakukan dengan mengadakan
tanya jawab, baik secara langsung maupun menggunakan media. Alat yang digunakan
adalah pedoman wawancara. Tentu saja pedoman wawancara mengacu kepada tujuan
yang ditetapkan.
2) Angket
Angket adalah wawancara yang dilakukan secara
tertulis. Prinsip penggunaan dan penyusunan alat sama dengan wawancara.
3) Pengamatan
atau observasi
Dilakukan dengan cara melakukan pengamatan terhadap
kegiatan baik langsung atau tak langsung. Alat yang digunakan berupa panduan
observasi yang disusun dalam bentuk check list atau skala penilaian.
4) Daftar
cek atau check list
Terdiri dari sejumlah butir yang digunakan untuk
melakukan penilaian dengan membubuhkan cek pada alat itu sesuai dengan keadaan
yang dinilai.
5) Skala
penilaian
Butir-butir yang dinilai dibuatkan rentangan nilai pada
skala. Setiap gejala yang muncul berdasarkan pada butir itu dibuat penilaian.
b. Teknik
tes
Teknik
tes biasanya digunakan untuk menilai hasil atau produk kurikulum, yang berupa
hasil belajar siswa. Tes dapat dilakukan dengan tiga cara, yaitu tes lisan, tes
tulisan dan tes perbuatan. Tes lisan dilakukan secara verbal. Ini terutama
bertujuan untuk menilai :
a) Kemampuan
memecahkan masalah.
b) Proses
berpikir terutama melihat hubungan sebab akibat
c) Menggunakan
bahasa lisan
d) Kemampuan
mempertanggungjawabkan pendapat atau konsep yang dikemukakan
Tes
perbuatan adalah tes yang dilaksanakan dengan jawaban menggunakan tindakan atau
perbuatan. Ini berfungsi untuk menilai psikomotor .
Tes
ini terutama bertujuan untuk menilai kemampuan :
a) Manipulatif,
yaitu kemampuan menggunkan alat.
b) Manual,
yaitu kemampuan melakukan perbuatan berdasarkan petunjuk.
c) Non
verbal, kemampuan yang susah diungkapkan secara verbal.
d) Meningkatkan
kesadaran diri tentang kemampuannya. Sehingga menimbulkan motivasi belajar.
Teknik
tertulis dilakukan secara tertulis baik soal maupun jawabannya. Teknik ini
mempunyai kegunaan yang sangat luas.
Pelaksanaan
tes dapat menggunakan instrumen yang berupa tes baku atau tes buatan guru.
Acuan yang digunakan dapat berupa acuan patokan ataupun acuan norma.
Untuk
dapat melakukan penilaian kurikulum sebaik-baiknya diperlukan sikap dan
kemampuan guru merencanakan dan melaksanakan evaluasi. Sehingga dapat diperoleh
balikan kurikulum berdasarkan kenyatann yang di hadapi.
Kesimpulannya teknik-teknik
evaluasi ini dapat mempermudah suatu guru atau sekolah unutk melihat setiap
perkembangan yang terjadi pada setiap anak didiknya dan kekurangan terhadap
proses pembelajaran yang diberikan sehingga mereka dapat menentukan apa yang
akan dilakukan untuk kedepannya dan seperti apa proses pembelajaran yang akan
dilakukan.
3.
INSTRUMEN
EVALUASI
a.
Defenisi,
Istilah dan Ringkasan
Istilah
evaluasi, pengukuran dan tes sering diartikan sama atau saling bertukar, namun
beberapa pemakai member arti yang berbeda bagi masing-masing istilah tersebut
oleh Worthen & Sanders, seperti dikutip Farida Yusuf TN (2000) sebagai
berikut :
a) Tes,
ialah sejumlah pertanyaan yang diberikan untuk dijawab.
b) Pegukuran,
lebih luas dari tes. Pengukuran dapat dilakukan dengan beberapa cara di samping
dengan tes, antara lain dengan observasi, skala rating, cek list yang dapat
memberikan informasi dalam bentuk kuantitatif.
c) Evaluasi,
pengertian evaluasi mencakup tes dan pengukuran butir a dan b di atas yaitu : Proses
pengumpulan informasi untuk membuat penilaian, yang mana kemudian digunakan
sebagai bahan pertimbangan dalam membuat keputusan.
d) Observation
(pengamatan), yang dilakukan guru atau pengajar tentang siswanya, dicatat untuk
melengkapi informasi tentang siswanya.
e) Anecdotal
Record (AR). Catatan guru hasil pengamatan perilaku siswa yang dianggap penting
untuk pertimbangan, melengkapi hasil evaluasi dengan instrument lainnya.
f) Rating
Scale (RS). Berbeda dengan AR yang tidak terstruktur. RS dapat memberikan
prosedur yang sistematik dalam mencatat dan melaporkan hasil evaluasi, hasil
observasi yang terstruktur, dan ada degree yang dipilih.
g) Ceklist
(CL). Ceklist hampir sama dengan RS, perbedaannya adalah macam pilihan yang
diberikan untuk pertimbangan. Pada RS ada degree atau tingkatan yang harus
dipilih. Pada CL yang dipilih adalah YA atau TIDAK karakteristik yang
disebutkan dalam pilihan, jadi lebih sederhana.
b.
Langkah-langkah
Menyiapkan Instrumen Evaluasi
1) Tentukan
unit materi yang akan dievaluasi atau dites
2) Rumusan
Tujuan Pembelajaran Umum (TPU) dan Tujuan Pembelajaran Khusus (TPK),
3) Siapkan
kisi-kisi.
4) Buatlah
butir-butir tes yang relevan dengan TPK.
Tujuan
pembelajaran harus relevan dengan tujuan kurikulum dan tujuan kurikulum harus
relevan dengan tujuan institusional dan tujuan nasional.
Tujuan
Pembelajaran Umum (TPU) biasanya dirumuskan dalam bentuk dan kata-kata yang
lebih umum.
Tujuan
Pembelajaran Khusus (TPK) hendaknya mempunyai 4 elemen yang di singkat ABCD,
yaitu singkatan dari kata-kata Audience, Behaviour, Condition dan Degree.
c.
Instrumen
Evaluasi Teknik Observasi
Observasi
langsung adalah satu-satunya cara untuk mengevaluasi beberapa aspek belajar dan
perkembangan yang memerlukan info tambahan dari alat evaluasi yang lain. Hal
ini dapat diperoleh dengan teknik-teknik seperti (1) Anecdotal Record (AR), (2)
Rating Scale (RS), (3) Ceklist (CL).
SUMBER
:
Prof. Dr. H. Oemar Hamalik. 2007. Dasar-Dasar Pengembangan Kurikulum.
Bandung : PT Remaja Rosdakarya
Drs. H. Muhammad Ali, M.Pd., M.A. 1984. Pengembangan Kurikulum Di Sekolah.
Bandung: Sinar Baru Algensindo
DR. Farida Yusuf Tayibnapis, M.Pd. 2008. Evaluasi Program dan Instrumen Evaluasi
untuk Program Pendidikan dan Penelitian. Jakarta : Rineka Cipta