Rabu, 29 Mei 2019

Materi 13 Filsafat Pendidikan

MENGINDENTIFIKASI DAN MENGANALISI PENDIDIKAN
DI ERA REVOLUSI MENTAL
1.      PENGERTIAN REVOLUSI MENTAL
Kata revolusi sudah tidak asing lagi di telinga kita. Bahkan dalam pelajaran sejarah pun kita sering menggunakannya, seperti halnya revolusi industry, pahlawan revolusi, dll. Jadi revolusi adalah sebuah perubahan dalam waktu yang singkat. Menurut Aristoteles, revolusi dibagi menjadi 2 macam. Pertama, perubahan total dari suatu system ke system yang berbeda. Dan yang kedua, modifikasi system yang sudah ada. Revolusi di Indonesia sudah terjadi sejak bertahun – tahun silam, dengan berbagai macam situasi dan kondisi dalam metode, durasi dan ideology motivasi yang berbeda - beda. Revolusi tersebut menghasilkan perubahan – perubahan Dalam budaya, ekonomi, dan social politik.
Sedangkan kata mental atau istilah panjangnya mentalitas adalah sebuah cara berpikir atau konsep pemikiran manusia untuk dapat belajar dan merespons suatu hal. Mental merupakan kata lain dari pikiran. Sehingga, mentalitas dapat dikatakan sebagai cara berpikir tentang suatu hal. Cara seseorang berpikir ini dipengaruhi oleh pengalaman, hasil belajar, dan atau lingkungan juga dapat mempegaruhi pola piker tersebut. Dari makna – makna kata di atas dapat ditarik sebuah kesimpulan bahwa pengertian revolusi mental adalah perubahan cara berpikir dalam waktu singkat untuk merespon, bertindak dan bekerja.
Revolusi mental dicetuskan oleh Ir. Soekarno, dicetuskan saat pidato kenegaraan mengumumkan proklamasi kemerdekaan Indonesia.revolusi mental saat itu agar supaya Negara Indonesia menjadi Negara yang berdaulat dalam aspek politik, dan mandiri dalam hal ekonomi, dan berkarakter dalam hal social budaya. Tidak hanya Ir. Soekarno, presiden Jokowi pun menyerukan revolusi mental, dimana adanya sebuah Gerakan Nasional revolusi mental (GNRM), yang dimaksudkan untuk mengubah kebiasaan lama menjadi kebiasaan baru untuk mewujudkan negara Indonesia yang berdaulat dan berkrakter.

2.      PENDIDIKAN DALAM REVOLUSI MENTAL
Masyarakat membutuhkan peran kaum Intelekual untuk mendidik serta membina masyarakat secara langsung dilapangan atau dengan kata lain dalam hal ini senantiasa menjadi panutan bagi masyarakat umum , maka  revolusi mental dalam bidang pendidikan masa kini perluh  diajarkan   nilai-nilai integritas itu secara nyata bukan sekedar teory-teory.  
Desain sistem pendidIkan kita mesti selaras dengan semangat revolusi mental sebaik mungkin oleh pihak-pihak yang berkaitan dengan pendidikan sehingga yang menjadi manifesto Roh identitas kaum intelektual tidak terkikis ditengah problematika bangsa yang membutuhkan kaum pelajar harus berani mampu memaparkan pandangan sosial seperti melawan keadilan, kemiskinan, kebodohan dan ketimpangan sosial sebagaimana yang kita dengar 18  poin penting berkaitan dengan pendidikan berkarakter oleh kementerian pendidikan atau  biasa penulis sebutkan 18 poin revolusi mental dalam bidang pendidikan yang harus diimplementasikan secara bersama diantaranya :
·         Religius
·         Jujur
·         Toleransi
·         Disiplin
·         Kerja Keras
·         Kreatif
·         Mandiri
·         Demokratis
·         Rasa Ingin Tahu
·         Semangat Kebangsaan
·         Cinta Tanah Air
·         Menghargai Prestasi
·         Bersahabat/Komunikatif
·         Cinta Damai
·         Gemar Membaca
·         Peduli Lingkungan
·         Peduli Sosial
·         Tanggung Jawab

3.      REALISASI  SPIRIT REVOLUSI MENTAL DAN NEGARA
Dari uraian yang penulis paparkan dapat disimpulkan beberapa informasi bahwa:
1.      Membangun Kepribadian Sosial dan Budaya Indonesia Baru harus dilakukan dengan revolusi     mental.
2.      Revolusi mental merupakan gerakan hidup baru bangsa Indonesia dalam upaya mengubah cara pandang, cara berpikir dan bekerja yang selama ini buruk.
3.      Revolusi mental tersebut dapat dilakukan tidak lagi hanya dengan sosialisasi melainkan melalui proses pendidikan baik melalui pembelajaran maupun penerapan karakter yang merupakan kepribadian dan budaya Indonesia yang berlandaskan nilai-nilai luhur Pancasila.
4.      Dengan dilaksanakannya revolusi mental melalui proses pendidikan tujuan revolusi mental dapat diwujudkan menjadi kenyataan. Lakukanlah revolusi mental mulai dari pribadi, rumah tangga, keluarga, masyarakat dan lembaga pendidikan, melalui pembiasaan setiap hari dengan pendidikan karakter bangsa Indonesia yang berdasarkan nilai-nilai Pancasila, yang mengembangkan nilai-nilai budaya dan karakter bangsa pada diri peserta didik sehingga mereka memiliki nilai dan karakter sebagai karakter dirinya, menerapkan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan dirinya, sebagai anggota masyarakat dan warga negara yang religius, nasionalis, produktif, dan kreatif.

4.      STRATEGI REVOLUSI MENTAL DAN PENDIDIKAN
Strategi pendidikan yang telah disusun oleh Pusat Kurikulum Kemendikbud berorientasi pada karakter ini melalui empat hal yakni pembelajaran (teaching), keteladanan (modelling), penguatan (reinforcing) dan pembiasaan (habituating). Nilai-nilai dalam pendidikan karakter diambil dari empat sumber utama yakni: agama, budaya, Pancasila dan tujuan pendidikan. Kemendikbud juga telah menetapkan 18 nilai utama dalam pendidikan karakter yakni religius, jujur, toleransi, disiplin, kerja-keras, mandiri, demokratis, ingin-tahu, semangat-kebangsaan, cinta-tanah-air, menghargai-prestasi, bersahabat/komunikatif, cinta-damai, gemar-membaca, peduli-lingkungan, peduli-sosial, dan tanggung-jawab.
Pendidikan diarahkan pada upaya memanusiakan manusia, atau membantu proses hominisasi dan humanisasi, maksudnya pelaksanaan dan proses pendidikan harus mampu membantu peserta didik agar menjadi manusia yang berbudaya tinggi dan bernilai tinggi (bermoral, berwatak, bertanggungjawab dan bersosialitas). Para peserta didik perlu dibantu untuk hidup berdasarkan pada nilai moral yang benar, mempunyai watak yang baik dan bertanggungjawab terhadap aktifitas-aktifitas yang dilakukan.Dalam konteks inilah pendidikan budi pekerti sangat diperlukan dalam kehidupan peserta didik di era globalisasi ini.Di dalam pembangunan pendidikan, guru menjadi faktor kunci keberhasilan karena guru memiliki kontribusi yang signifikan terhadap pencapaian hasil belajar dan pembentukan sikap dan perilaku.
Revolusi mental dalam dunia pendidikan harus secara serius  dan sungguh-sungguh dilaksanakan oleh guru, tenaga pendidik dan kependidikan serta stake holder terkait, dengan terlebih dahulu menjadi contoh tauladan bagi generasi masa kini. Peran keluarga, masyarakat dan bangsa secara menyeluruh yang akhirnya menjadikan hal ini sebagai gerakan nasional akan siap membumilandaskan revolusi mental dalam membentuk generasi emas, yaitu generasi yang siap menjadi pemimpin di masa depan, semoga.

SUMBER :
·    Koesoema, A, Doni, 2011. Strategi Pendidikan Karakter Revolusi Mental dalam Lembaga pendidikan, Yogyakarta: Kanisius
·         Latif, Yudi. 2014. Keharusan Revolisi Mental. Jakarta: Institut Dharma Mahardika.
·     Cholish. A. 2015. Konsep dan Implementasi Revolusi Mental dalam Perspektif Kebangsaan. Jakarta: Ganggas Media. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar