MENGINDENTIFIKASI
DAN MENGANALISI PENDIDIKAN
DI
ERA REVOLUSI MENTAL
1.
PENGERTIAN
REVOLUSI MENTAL
Kata revolusi sudah
tidak asing lagi di telinga kita. Bahkan dalam pelajaran sejarah pun kita
sering menggunakannya, seperti halnya revolusi industry, pahlawan revolusi, dll.
Jadi revolusi adalah sebuah perubahan dalam waktu yang singkat. Menurut
Aristoteles, revolusi dibagi menjadi 2 macam. Pertama, perubahan total dari
suatu system ke system yang berbeda. Dan yang kedua, modifikasi system yang
sudah ada. Revolusi di Indonesia sudah terjadi sejak bertahun – tahun silam,
dengan berbagai macam situasi dan kondisi dalam metode, durasi dan ideology
motivasi yang berbeda - beda. Revolusi tersebut menghasilkan perubahan –
perubahan Dalam budaya, ekonomi, dan social politik.
Sedangkan kata mental
atau istilah panjangnya mentalitas adalah sebuah cara berpikir atau konsep
pemikiran manusia untuk dapat belajar dan merespons suatu hal. Mental merupakan
kata lain dari pikiran. Sehingga, mentalitas dapat dikatakan sebagai cara
berpikir tentang suatu hal. Cara seseorang berpikir ini dipengaruhi oleh
pengalaman, hasil belajar, dan atau lingkungan juga dapat mempegaruhi pola
piker tersebut. Dari makna – makna kata di atas dapat ditarik sebuah kesimpulan
bahwa pengertian revolusi mental adalah perubahan cara berpikir dalam waktu
singkat untuk merespon, bertindak dan bekerja.
Revolusi mental
dicetuskan oleh Ir. Soekarno, dicetuskan saat pidato kenegaraan mengumumkan
proklamasi kemerdekaan Indonesia.revolusi mental saat itu agar supaya Negara
Indonesia menjadi Negara yang berdaulat dalam aspek politik, dan mandiri dalam
hal ekonomi, dan berkarakter dalam hal social budaya. Tidak hanya Ir. Soekarno,
presiden Jokowi pun menyerukan revolusi mental, dimana adanya sebuah Gerakan
Nasional revolusi mental (GNRM), yang dimaksudkan untuk mengubah kebiasaan lama
menjadi kebiasaan baru untuk mewujudkan negara Indonesia yang berdaulat dan
berkrakter.
2.
PENDIDIKAN
DALAM REVOLUSI MENTAL
Masyarakat membutuhkan
peran kaum Intelekual untuk mendidik serta membina masyarakat secara langsung
dilapangan atau dengan kata lain dalam hal ini senantiasa menjadi panutan bagi
masyarakat umum , maka revolusi mental dalam bidang pendidikan masa kini
perluh diajarkan nilai-nilai integritas itu secara nyata bukan
sekedar teory-teory.
Desain sistem
pendidIkan kita mesti selaras dengan semangat revolusi mental sebaik mungkin
oleh pihak-pihak yang berkaitan dengan pendidikan sehingga yang menjadi
manifesto Roh identitas kaum intelektual tidak terkikis ditengah problematika
bangsa yang membutuhkan kaum pelajar harus berani mampu memaparkan pandangan
sosial seperti melawan keadilan, kemiskinan, kebodohan dan ketimpangan sosial
sebagaimana yang kita dengar 18 poin penting berkaitan dengan pendidikan
berkarakter oleh kementerian pendidikan atau biasa penulis sebutkan 18
poin revolusi mental dalam bidang pendidikan yang harus diimplementasikan
secara bersama diantaranya :
·
Religius
·
Jujur
·
Toleransi
·
Disiplin
·
Kerja Keras
·
Kreatif
·
Mandiri
·
Demokratis
·
Rasa Ingin Tahu
·
Semangat Kebangsaan
·
Cinta Tanah Air
·
Menghargai Prestasi
·
Bersahabat/Komunikatif
·
Cinta Damai
·
Gemar Membaca
·
Peduli Lingkungan
·
Peduli Sosial
·
Tanggung Jawab
3.
REALISASI SPIRIT REVOLUSI MENTAL DAN NEGARA
Dari uraian yang penulis paparkan dapat
disimpulkan beberapa informasi bahwa:
1. Membangun
Kepribadian Sosial dan Budaya Indonesia Baru harus dilakukan dengan
revolusi mental.
2. Revolusi
mental merupakan gerakan hidup baru bangsa Indonesia dalam upaya mengubah cara
pandang, cara berpikir dan bekerja yang selama ini buruk.
3. Revolusi
mental tersebut dapat dilakukan tidak lagi hanya dengan sosialisasi melainkan
melalui proses pendidikan baik melalui pembelajaran maupun penerapan karakter
yang merupakan kepribadian dan budaya Indonesia yang berlandaskan nilai-nilai
luhur Pancasila.
4. Dengan
dilaksanakannya revolusi mental melalui proses pendidikan tujuan revolusi
mental dapat diwujudkan menjadi kenyataan. Lakukanlah revolusi mental mulai
dari pribadi, rumah tangga, keluarga, masyarakat dan lembaga pendidikan,
melalui pembiasaan setiap hari dengan pendidikan karakter bangsa Indonesia yang
berdasarkan nilai-nilai Pancasila, yang mengembangkan nilai-nilai budaya dan
karakter bangsa pada diri peserta didik sehingga mereka memiliki nilai dan
karakter sebagai karakter dirinya, menerapkan nilai-nilai tersebut dalam
kehidupan dirinya, sebagai anggota masyarakat dan warga negara yang religius,
nasionalis, produktif, dan kreatif.
4.
STRATEGI
REVOLUSI MENTAL DAN PENDIDIKAN
Strategi pendidikan
yang telah disusun oleh Pusat Kurikulum Kemendikbud berorientasi pada karakter
ini melalui empat hal yakni pembelajaran (teaching), keteladanan (modelling),
penguatan (reinforcing) dan pembiasaan (habituating). Nilai-nilai dalam
pendidikan karakter diambil dari empat sumber utama yakni: agama, budaya,
Pancasila dan tujuan pendidikan. Kemendikbud juga telah menetapkan 18 nilai
utama dalam pendidikan karakter yakni
religius, jujur, toleransi, disiplin, kerja-keras, mandiri, demokratis,
ingin-tahu, semangat-kebangsaan, cinta-tanah-air, menghargai-prestasi,
bersahabat/komunikatif, cinta-damai, gemar-membaca, peduli-lingkungan,
peduli-sosial, dan tanggung-jawab.
Pendidikan diarahkan
pada upaya memanusiakan manusia, atau membantu proses hominisasi dan
humanisasi, maksudnya pelaksanaan dan proses pendidikan harus mampu membantu
peserta didik agar menjadi manusia yang berbudaya tinggi dan bernilai tinggi
(bermoral, berwatak, bertanggungjawab dan bersosialitas). Para peserta didik
perlu dibantu untuk hidup berdasarkan pada nilai moral yang benar, mempunyai
watak yang baik dan bertanggungjawab terhadap aktifitas-aktifitas yang
dilakukan.Dalam konteks inilah pendidikan budi pekerti sangat diperlukan dalam
kehidupan peserta didik di era globalisasi ini.Di dalam pembangunan pendidikan,
guru menjadi faktor kunci keberhasilan karena guru memiliki kontribusi yang
signifikan terhadap pencapaian hasil belajar dan pembentukan sikap dan
perilaku.
Revolusi mental dalam
dunia pendidikan harus secara serius dan sungguh-sungguh dilaksanakan
oleh guru, tenaga pendidik dan kependidikan serta stake
holder terkait, dengan terlebih dahulu menjadi contoh tauladan bagi
generasi masa kini. Peran keluarga, masyarakat dan bangsa secara menyeluruh
yang akhirnya menjadikan hal ini sebagai gerakan nasional akan siap
membumilandaskan revolusi mental dalam membentuk generasi emas, yaitu generasi
yang siap menjadi pemimpin di masa depan, semoga.
SUMBER
:
· Koesoema, A, Doni, 2011. Strategi
Pendidikan Karakter Revolusi Mental dalam Lembaga pendidikan, Yogyakarta:
Kanisius
·
Latif, Yudi. 2014. Keharusan Revolisi
Mental. Jakarta: Institut Dharma Mahardika.
· Cholish. A. 2015. Konsep dan
Implementasi Revolusi Mental dalam Perspektif Kebangsaan. Jakarta: Ganggas
Media.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar