Kamis, 07 Maret 2019

FUNGSI DAN PERANAN KURIKULUM

1. Fungsi kurikulum bagi guru, kepala sekolah, orang tua dan bagi masyarakat
    Kurikulum berfungsi untuk semua orang yang berhubungan dengan penyelenggaraan pendidikan baik secara langsung maupun tidak langsung. 

a. Fungsi kurikulum bagi guru
    Kurikulum merupakan sesuatu yang sangat penting bagi guru dalam proses pembelajaran karena kurikulum berfungsi sebagai pedoman seorang guru dalam memberikan pembelajaran yang akan di ajarkan pada peserta didik. Tanpa adanya kurikulum proses pembelajaran yang dilakukan guru tidak akan berjalan efektif atau sesuai dengan tujuan yang diharapkan.

b. Fungsi kurikulum bagi kepala sekolah
    Kurikulum merupakan dasar bagi kepala sekolah dalam menyusun perencanaan dan program sekolah. Seperti dalam penyusunan kalender akademik atau sekolah, pengajuan sarana dan prasarana, penyusunan setiap kegiatan yang akan dilakukan sekolah dan kegiatan-kegiatan lainnya.

c. Fungsi kurikulum bagi orang tua
   Kurikulum berfungsi sebagai pedoman bagi orang tua untuk memberikan bantuan atau ketelibatan orang tua dalam program sekolah. Melalui kurikulum orang tua akan mengetahui tujuan apa saja yang harus dicapai anak dan bagaimana ruang lingkup materi pembelajarannya. Nah melalui kurikulum orang tua juga membantu anak-anaknya belajar di rumah sesuai dengan program yang telah di tetapkan sekolah.

d. Fungsi kurikulum bagi masyarakat
    Dengan adanya kurikulum masyarakat dapat memberikan kritikan dan saran semua yang berkaitan dengan program sekolah.

2. Fungsi kurikulum bagi siswa
    Kurikulum berfungsi sebagai pedoman bagi siswa dalam belajar. Melalui kurikulum siswa bisa memahami materi atau bahan yang akan dipelajari, apa yang harus dicapai dan apa pengalaman belajar yang harus dilakukan untuk mencapai tujuannya.

3. Peran kurikulum konservatif, kreatif, kritis dan evaluatif
    Sebagai salah satu komponen dalam pendidikan, kurikulim memiliki 3 peranan yaitu :

a. Peranan konservatif
    Peran konservatif kurikulum adalah melestarikan berbagai nilai budaya warisan masa lalu. Dengan adanya era globalisasi sebagai akibat kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi tidak menutup kemungkinan  budaya asing mempengaruhi budaya lokal yang ada. Oleh karena itu peran kurikulum konservatif sangat penting karena dengan begitu nilai-nilai luhur masyarakat dan identitas masyatakat tetap terjaga dengan baik. 

b. Peran kreatif
    Sekolah memiliki tanggung jawab dalam mengembangkan hal-hal baru sesuai dengan tuntunan zaman. Sebab, pada nyatanya masyarakat tidak bersifat statis, akan tetapi dinamis yang selalu mengalami perubahan. Karena itulah kurikulum memiliki peran kreatif. Kurikulum harus mampu menjaab semua tantangan sesuai dengan perkembangan dan kebutuhan masyarakat yang cepat berubah. Oleh karena itu kurikulum harus mengandung hal-hal yang baru sehingga dapat membantu siswa untuk mengembangkan potensinya agar dapat berperan aktif dalam kehidupan sosial masyarakat.

c. Peran kritis dan evaluatif 
   Tidak setiap nilai dan budaya lama harus tetap dipertahankan, sebab kadang-kadang nilai dan budaya lama itu sudah tidak sesuai dengan tututan perkembangan masyarakat, dan adakalanya juga nilai dan budaya baru tidak sesuai dengan nilai-nilai lama yang masih relevan dengan keadaan dan tuntutan zaman. Dengan begitu kurikulum berperan untuk menyeleksi nilai dan  budaya mana yang perlu dipertahankan dan nilai atau budaya mana yang harus dimiliki anak didik. Dalam hal ini lah peran kritis dan evaluatif kurikulum di perlukan.

Sumber :
https://asyharbeni.file.wordpress.com

6 komentar:

  1. Apa kaitan nya kurikulum dan pendidikan jelaskan?. Dan apakah selain pendidikan ada kaitan kurikulum dengan lainnya ?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kaitan kurikulum dengan pendidikan adalah pendidikan memiliki tujuan yang harus dicapai yaitu membantu generasi muda untuk mencapai cita-citanya, mendapatkan kehidupan yang layak dan berguna bagi kehidupan bangsa, nah sedangkan kurikulum merupakan separangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu. Itulah kaitan antara kurikulum dan pendidikan.

      Menurut saya ada contoh dapat kita lihat dari peranan kurikulum yaitu konservatif berkaitan dengan budaya

      Hapus
  2. Sebutkan contoh dari peran kritis dan evaluatif

    BalasHapus
    Balasan
    1. Contohnya yaitu adanya nilai atau budaya baru yang tidak sesuai dengan tuntutan perkembangan masyarakat seperti adanya budaya asing yang masuk ke indonesia dengan mayoritas agama islam, budaya tersebut berpakaian minim atau membuka auratnya. Nah disini lah perannya untuk menyeleksi budaya tersebut

      Hapus
  3. Apakah peranan kritis dan evaluatif hanya mengenai hal kebudayaan saja? Jika tidak coba jelas kan dan beri contoh dan jika iya juga berikan alasan nya

    BalasHapus
  4. Apakah kurikulum juga penting untuk masyarakat? Jika iya jelaskan alasannya

    BalasHapus