Senin, 18 Maret 2019

Materi 4 Filsafat Pendidikan

Hakekat Kebenaran Melalui Berbagai Teori Kebenaran dan Nilai
Hakikat dan Teori-teori Kebenaran dan Nilai
1. Konsep Pengetahuan
    Pengetahuan merupakan suatu hasil tahu manusia terhadap sesuatu yang belum diketahuainya sebelumnya.

2. Konsep Nilai
    Nilai dalam bahasa inggris adalah value yang diartikan sebagai harga, penghargaan, atau taksiran. Maksudnya adalah harga yang melekat pada sesuatu atau pengahrgaan terhadap sesuatu. Bambang Daroeso (1986:20) mengemukakan bahwa nilai adalah suatu kualitas atau penghargaan terhadap sesuatu, yang dapat menjadi dasar penentu tingkah laku seseorang.
     Menurut saya nilai merupakan suatu penghargaan terhadap sesuatu yang dapat merubah kehidupan seseorang. Contoh nya dalam pendidikan anak usia dini yang mana ada seoranng anak yang selalu menyendiri, pemalu dan sering diam. Misalkan guru mengadakan kegiatan bernyanyi yang mana anak tersebut memiliki potensi tersebut. Pada saat itu guru harus bisa meyakinkan anak yang pemalu tersebut bahwa dia bisa melakukannya di depan teman-temannya. Pada saat anak selesai menyanyi berikan pernghargaan kepada anak dengan kata pujian atau hadiah. Dengan hal ini dapat membuat anak senang dan berfikir bahwa ibuk guru dan teman-temannya suka dengan nyanyiannya. Ini dapat merubah anak tersebut menjadi tidak pendiam lagi dan tidak malu dengan teman-temannya.
3. Teori Pengetahuan dan Nilai
a. Teori Pengetahuan 
    Plato melalui metode dialog membangun teori pengetahuan yang cukup lengkap sebagai teori pengetahuan yang paling awal. Secara Tradisional teori kebenaran (pengetahuan) yaitu : (Drs. Surajiyo,2013, hlm105)
- Teori kebenaran saling berhubungan (Coherence Theory of Truth)
   Menurut Kattsoff (1986) dalam bukunya Elements of Philosophy teori koherensi dijelaskan "...suatu proposisi cenderung benar jika proposisi tersebut dalam keadaan saling berhubungan dengan proposisi-proposisi lain yang benar, atau jika makna yang dikandungnyadalam keadaan saling berhubungan dengan pengalaman kita".
     Dapat disimpulkan menurut saya teori koherensi adalah suatu proposisi atau pernyataan dapat dikatakan benar apabila pernyataan tersebut memiliki hubungan dengan ide-ide dari proposisi yang terdaulu yang benar.

- Teori Kebenaran Saling Berkesesuaian (Correspondence Theory of Truth)
   Teori tersebut berangkat dari teori pengetahuan Aristoteles yang menyatakan segala segala sesuatu yang diketahui adalah suatu yang dapat dikembalikan pada kenyataan yang dikenal oleh subjek. (Abbas Hamam, 1996,hlm.166).
    Kesimpulannya menurut saya adalah Suatu proposisi (pernyataan) dapat dikatakan benar apabila sesuai dengan kenyataan atau sesuai dengan apa yang telah terjadi dalam kehidupan.

- Teori Kebenaran Inherensi (Inherent Theory of Truth)
   Teori ini disebut juga dengan teori pragmatis. Pandangannya adalah suatu proposisi bernilai benar apabila mempunyai konsekuensi yang dapat dipergunakan atau bermanfaat. Kattsoff (1986) menguraikan teori kebenaran pragmatis adalah penganut pragmatisme meletakkan ukuran kebenaran dalam sa;ah satu macam konsekuensi.
   Menurut saya teori kebenaran inherensi (pragmatis) adalah suatu proposisi dapat bernilai benar apabila proposisi tersebut memiliki dampak positif yang bermanfaat bagi kehidupan.

- Teori Kebenaran Berdasarkan Arti ( Semantic Theory of Truth )
   Proposisi itu ditinjau dari segi artinya atau maknanya. Apakah proposisi yanng merupakan pangkal tumpunya itu mempunyai referen yang jelas. Oleh sebab itu, teori ini mempunyai tugas untuk menguak kesahan dari proposisi dalam referensinya. (Abbas Hamami M., 1982, hlm.29)
     Menurut saya teori ini mencari kesahan atau kepastian dari proposisi tersebut sesuai referensinya apakah jelas atau tidak. Setelah itu barulah dapat dikatakan proposisi tersebut dapat bernilai benar. 

- Teori Kebenaran Sintaksis
   Para penganut teori kebenaran sisntaksis, berpangkal tolak pada keteraturan sintaksis atau gramatika yang dipakai oleh suatu pernyataan atau tata bahasa yang melekatnya. Dengan demikian suatu pernyataan memiliki nilai benar apabila pernyataan itu mengikuti aturan-aturan sintaksi yang baku.
   Menurut saya dalam teori ini suatu pernyataan akan bernilai benar apabila pernyataan tersebut memiliki tata bahasa yang baku atau tata bahasa yang digunakan memenuhi aturan-aturan tata bahasa yang telah ditetapkan.

- Teori Kebenaran Nondeskripsi
   Suatu pernyataan akan mempunyai nilai benar yang amat tergantung pada peran dan fungsi dari pernyataan itu. Pengetahuan akan bernilai benar apabila pernyataan tersebut memiliki fungsi yang praktis dalam kehidupan.

- Teori Kebenaran Logik yang Berlebihan ( Logical Superfluity of Truth )
   Setiap proposisi mempunyai isi yang sama, memberikan informasi yang sama dan semua orang sepakat, maka apabila kita membuktikannya lagi hal yang demikian itu hanya merupakan bentuk logis yang berlebihan. (Abbas Hamami,1996,hlm.115-121)

b. Teori Nilai 
    Teori tentang nilai dapat dibagi menjadi dua yaitu :
- Nilai Etika
   Etika termasuk cabang filsafat yang membicarakan perbuatan manusia dan memandangnya dari sudut baik dan buruk.Cakupan dari nilai etika adalah adakah ukuran perbuatan yang baik yang berlaku secara universal bagi seluruh manusia, apakah dasar yang dipakai untuk menetukan adanya norma-norma universal tersebut, apakah yang dimaksud pengertian baik dan buruk perbuatan manusia, apakah yang dimaksud kewajiban dan apakah implikasi suatub perbuatan baik dan buruk.
    menurut saya nilai etika berhubungan dengan bagaimana sikap atau tingkah laku yang di pandang dari sudut baik dan buruknya. 

- Nilai Estetika
  Nilai yang berhubungan dengan kreasi  seni dan pengalaman-pengalaman yang berhubungan dengan seni atau kesenian. 

Dari uraian di aas dapat disimpilkan bahwa suatu penilaian terhadap seseorang baiak buruknya terletak pada dirinya sendiri. Bagaiamana tingkah laku dan perbuatannya sehari-hari, bagaiamana mereka bisa menempatkan dirinya pada kehidupaan disekitarnya.

Sumber :
Drs. Surajiyo. 2013.  Filsafat Ilmu dan Perkembangannya di Indonesia. Bumi Aksara : Jakarta
http://staff.uny.ac.id
Bahrum, SE, M.Ak,Akt. Ontologi,Epistemologi dan Aksiologi. Dosen Yayasan Pendidikan Ujung Pandang (YPUP)
   

1 komentar:

  1. Apakah hubungan dari teori pengetahuan dengan teori nilai, coba jelaskan dan kaitkan dengan anak usia dini

    BalasHapus