KOMPONEN KURIKULUM DAN
PENGEMBANGANNYA
Menurut
Wina Sanjaya (2008) kurikulum adalah sebuah dokumen perencanaan yang berisi
tentang tujuan yang harus dicapai, isi materi dan pengalaman belajar yang harus
dilakukan oleh siswa, strategi dan cara yang dapat dikembangkan, evaluasi yang
dirancang untuk mengumpulkan informasi tentang pencapaian tujuan, serta
implementasi dari dokumen yang dirancang dalam bentuk nyata. ( Dalam buku Dr. Ahmad Yani, M. Si Mindset Kurikulum 2013 hlm. 6)
Kurikulum
sebagai suatu sistem keseluruhan memiliki komponen-komponen yang saling
berkaitan antara satu dengan yang lainnya : (Dalam buku Prof. Dr. Oemar Hamalik hlm. 23-30)
a.
Tujuan
Kurikulum
Tujuan
pendidikan tiap satuan pendidikan harus mengacu kearah pencapaian tujuan
pendidikan nasional, sebagaimana telah ditetapkan dalam Undang-undang No. 2
Tahun 1989 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Kurikulum merupakan suatu alat
pendidikan dalam rangka pengembangan sumber daya manusia yang berkualitas.
Kurikulum menyediakan kesempatan yang luas bagi peserta didik untuk mengalami
proses pendidikan dan pembelajaran untuk mencapai target tujuan pendidikan
nasional.
Menurut
saya setiap kurikulum yang ditetapkan harus mengacu pada pencapaian tujuan pendidikan
nasional. Dan setiap mata pelejaran yang dirancang dalam kurikulum juga mengacu
pada tujuan pendidikan nasional. Meskipun tujuan setiap meta pelajaran berbeda
tetapi tujuan utamanya haruslah tetap sama.
b.
Materi
Kurikulum
Materi
kurikulum pada hakikanya adalah isi kurikulum. Dalam Undang-undang Pendidikan
tentang Sistem Pendidikan Nasional telah ditetapkan, bahwa. . .”Isi kurikulum
merupakan bahan kajian dan pelajaran untuk mencapai tujuan penyelenggaraan
satuan pendidikan yang bersangkutan dalam rangka upaya pencapaian tujuan
pendidikan nasional” (Bab IX, Ps. 39).
Menurut saya sama seperti halnya dengan tujuan kurikulum, materi
(isi/bahan) kurikulum dalam setiap pembelajaran harus dapat mencapai tujuan
pendidikan nasional meskipun berbeda dalam setiap tujuan satuan pendidikan.
Materi kurkulum tersebut diharapkan dapat memberikan kemudahan bagi peserta
didik dalam memahami setiap pembelajaran dan mampu menciptakan proses
pembalajaran yang menyenangkan bagi peserta didik sehingga mereka tidak bosan
dalam kegiatan pembelajaran.
c.
Metode
(Strategi/pendekatan)
Metode adalah cara yang
digunakan untuk menyampaikan materi pembelajaran dalam upaya mencapai tujuan
kurikulum. Metode atau strategi pembelajaran menempati fungsi yang penting
dalam kurikulum, karena memuat tugas-tugas yang perlu dikerjakan oleh siswa dan
guru. Ada 3 pendekatan yang dapat di gunakan oleh guru dalam proses
pembelajaran yaitu :
-
Pendekatan harus berpusat pada mata
pelajaran, maksudnya adalah materi pembelajaran harus sesuai atau fokus dengan
mata pelajaran yang akan dipelajari anak pada saat itu.
-
Pendekatan yang berpusat pada siswa,
maksudnya adalah pemmbelajaran yang akan dilakukan harus sesuai dengan
kebutuhan, minat dan bakat siswa. Dengan pendekatan ini siswa akan lebih mudah
dalam memahami dan menerima setiap pembelajaran yang diberikan oleh guru.
-
Pendekatan yang berorientasi pada
kehidupan masyarakat, maksudnya adalah dalam proses pembelajaran kita harus melibatkan
anak dalam kehidupan masyarakat. Hal ini dapat dilakukan dengan cara melakukan
kegiatan karyawisata, berkemah dan kegiatan lain yang dapat membangun hubungan
anak dengan masyarakat.
d.
Evaluasi
Evalusai
merupakan suatu komponen kurikulum, karena kurikulum adalah pedoman
penyelenggaraan kegiatan belajar mengajar. Dengan evaluasi dapat diperoleh
informasi yang akurat tentang penyelenggaraan pembelajaran dan keberhasilan
belajar siswa.
Maksudnya yaitu
dengan adanya evaluasi guru dapat melihat keberhasilan belajar siswa dan dengan
evaluasi guru dapat melihat permasalahan dan penyelesaian terhadap proses
belajar siswa sehingga dengan begitu guru bisa memilih pendekatan lain untuk
memperbaiki kegagalan dalam pembelajaran.
SUMBER :
Dr. Ahmad Yani, M. Si. 2013. Mindset kurikulum 2013. Bandung: Alfabeta
Prof. Dr. Oemar Hamalik. 1994. Kurikulum dan Pembelajaran. Bandung: Bumi Aksara
Prof. Dr. Oemar Hamalik. 1994. Kurikulum dan Pembelajaran. Bandung: Bumi Aksara
Jadi pencapaian tujuan pendidikan nasional itu seperti apa dian? Coba jelaskan
BalasHapusTerima kasih
Tujuan pendidikan nasional itu adalah mencerdaskan kehidupan bangsa dan mengembangkan manusia indonesia seutuhnya, yaitu manusia yang beriman dan bertaqwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan berbudi pekerti luhur, memiliki pengetahuan dan keterampilan, kesehatan jasmani dan rohani, kepribadian yang mantap dan mandiri serta rasa tanggung jawab kemasyarakatan dan kebangsaan.
HapusNah pencapaian pendidikan nasional itu yaitu anak didik tersebut sudah mampu untuk mandiri, sudah menjadi manusia seutuhnya yaitu manusia yang beriman dan bertaqwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa, sudah memiliki banyak keterampilan dan pengetahuan sehingga dia memiliki kehidupan dan masa depan yang baik.
Jika komponen kurikulum tidak lengkap apa yang terjadi ? Jelaskan
BalasHapusMenurut saya apabila komponen kurikulum trsebut tdak lengkap maka tujuan pendidikan yang telah di tetapkan kemungkinan tidak tercapai.
HapusKarena komponen kurikulum tersebut saling berkaitan satu dengan yang lainnya.
Contoh : Tidak adanya komponen metode/strategi atau pendekatan maka proses pembelajaran tidak akan berjalan lancar dan tujuan pendidikan tidak akan tercapai.
Hal ini dapatkan kita kaitkan dengan pendidikan anak usia dini. Seperti yang kita ketahui bahwa anak usia dini itu mudah bosan, jenuh dan tidak bisa diam apabila pembelajran teraebut tidak menarik baginya. Maka di sini lah kita menggunakan pendekatan atau metode suoaya pembelajaran lebih menarik bagi anak, sehingga anak bisa lebih fokus terhadap apa yang diberikan guru sehingga tujuan pendidikan bisa tercaoai.
Apa contoh dari evaluasi?
BalasHapus
BalasHapusCoba jelaskan keterkaitan antara semua pendekatan yang dilakukan oleh guru dalam proses pembelajran..