Kamis, 04 April 2019

Materi 6 Kurikulum

Model Penyusunan Kurikulum
  Kurikulum adalah kata yang sudah tidak lazim digunakan dalam dunia pendidikan. Tanpa adanya kurikulum maka tidak akan ada acauan yang digunakan dalam proses belajar mengajar. Akibatnya proses pembelajaran menjadi tidak terarah dan tidak terkontrol,  sehingga sulit untuk mengetahui apakah tujuan diadakannya kegiatan belajar mengajar telah tercapai atau tidak. (Dalam buku Prof. Dr. H. Syafruddin Nurdin, M. Pd dan Adriantoni, M. Pd. Kurikulum dan Pembelajaran hal, 165)
  Kesimpulannya yaitu kurikulum merupakan suatu komponen dalam pendidikan yang sangat penting,  yang dapat menentukan keberhasilan sebuah proses belajar mengajar agar tercapainya tujuan pendidikan nasional. 

1.Model Tyler
  Model teknikal saintifik Ralph Tyler (1949) adalah suatu model desain klasik. Tyler merumuskan desain kurikulum berdasarkan jawaban atas empat pertanyaan pokok:(1)Apakah tujuan pendidikan yang harus dicapai sekolah? (2)Pengalaman belajar (pengalaman pendidikan) apa yang harus dimiliki siswa agar tujuan itu tercapai, (3)Bagaimana pengalaman itu disusun agar efektif? ,dan (4)Bagaimana kita mengevaluasi untuk mengetahui efektivitas kurikulum? (Tyler, 1949:).
   Prinsip model Tyler yaitu:
1.Sasaran umum pendidikan yang berasal dari hasil identifikasi mata pelajaran,  siswa, dan masyarakat. Kemudian data tersebut disaring melalui filsafat sekolah,  psikologi belajar dan hakikat masyarakat yang menghasilkan tujuan instruksional. (Ornstein & Hunkins, 2103:181).
2."Pengalaman belajar)/pendidikan", Tyler menegaskan bahwa kurikulum bukan fokus pada pengajaran konten atau materi,  tetapi pada upaya untuk menghasilkan pengalaman pendidikan (educational experiences) yang harus dimiliki siswa agar tujuan tercapai. 
3.Pengalaman harus disusun secara sistematik untuk memperoleh efek akumulatif maksimal. Untuk itu,  organisasi semua elemen kurikulum merupakan masalah penting pengembangan kurikulum,  sebab susunan semua elemen itu berpengaruh besar pada efesiensi pengajaran dan tingkat perubahan pendidikan yang dialami siswa Tyler,1949:83). Elemen kurikulum yang dimaksud mencakup pengetahuan, konsep, ide, nilai dan keterampilan.
4."evaluasi" rancangan kurikulum dan implementasinya di sekolah. Tyler yakin bahwa evaluasi bermanfaat untuk mengetahui kadar keberhasilan kurikulum dan pelaksanaannya di kelas sekolah. (Dalam buku Prof. Mohammad Ansyar, ph. D. Kurikulum,  hal 289-191).

Jadi kesimpulannya adalah pengembangan kurikulum model Tyler lebih kepada pengalaman belajar atau pengalaman pendidikan yang terkait dengan tingkah laku yang berhubungan dengan tujuan,  evaluasi dan apa yang harus dilakuakan untuk mengukur atau mengetahui tingkah laku peserta didik tersebut. 

2.Model Lewis
3.Model Olivia
 Menurut Olivia dalam membuat rencana tentang perkembangan kurikulum terbagi menjadi tiga kriteria yaitu : Sederhana, komprehensif, dan sistematik. Kemudian model ini memperlihatkan komponen-komponen yang paling esensial,  model ini bisa diperluas menjadi model yang memberikan detail tambahan dan menggambarkan beberapa proses yang masih menjadi asumsi pada model yang sederhana. Model ini terdiri dari 12 komponen.  Kedua belas komponen menggambarkan langkah demi langkah pengembangan kurikulum yang komprehensif. Model ini dapat digunakan dengan dengan cara yang bervariasi.
  Model dengan 12 fase ini menggabungkan antar model umum pengembangan kurikulum dengan model umum dari pengajaran. (Dalam buku Prof. Dr. H. Syafruddin Nurdin, M. Pd dan Adriantoni, M. Pd. Kurikulum dan Pembelajaran hal, 165-173)

Jadi kesimpulannya adalah model olivia merupakan model pengembangan kurikulum dimana setiap komponennya saling berkaiatan satu dengan yang lainnya dan kurikulum tersebut harus sederhana dan beraturan.  Dalam model ini pengembangan kurikulum harus memenuhi kriteria yang sederhana,  komprehensif dan sistematik. 

Sumber :
Prof. Dr. H. Syafruddin Nurdin, M. Pd dan Adriantoni, M. Pd. Kurikulum dan Pembelajaran. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada

Prof. Mohammad Ansyar, ph. D. Kurikulum. Jakarta: Kencana

Tidak ada komentar:

Posting Komentar