Kamis, 11 April 2019

Materi 7 Kurikulum

Pendekatan,  Model dan Prosedur Pengembangan Kurikulum
1.a) Pendekatan pengembangan kurikulum dari sudut pandang kebijakan pengembangan kurikulum

b)Pengorganisasian isi kurikulum

c) Orientasi penyusunan kurikulum

2. Model — model pengembangan kurikulum: 
(a) Kurikulum Humanistik
  Berdasarkan kurikulum humanistik,  fungsi kurikulum adalah menyiapkan peserta didik dengan berbagai pengalaman naluriah yang sangat berperan dalam perkembangan individu. Pada kurikulum humanistik,  tujuan pendidikan adalah suatu proses atas diri individu yang dinamis,  yang berkaitan dengan pemikiran, integritas,  dan otonominya.
 Dalam kurikulum humanistik guru diharapkan dapat membangun hubungan emosional yang baik dengan peserta didiknya,  untuk perkembangan individu peserta didik itu selanjutnya.
  Dalam pendekatan humanistik, peserta didik diajar untuk membedakan hasil berdasarkan maknanya. Guru seharusnya dapat menyediakan kegiatan yang memberikan alternatif pengalaman belajar bagi peserta didik.
  Evaluasi kurikulum humanistik berbeda dengan evaluasi pada umumnya, yang lebih ditekankan pada hasil akhir atau produk.  Sebaliknya,   evaluasi kurikulum humanistik lebih memberi penekanan pada proses yang dilakukan. (Di kutip dalam buku Prof. Dr. H. Oemar Hamalik,  Dasar-Dasar Pengembangan Kurikulum,  hal 144-145)
   Kesimpulannya adalah model kurikulum humanistik ini lebih fokus pada memberikan kesempatan pada setiap individu atau peserta didik untuk mengaktualisasikan dirinya sesuai dengan potensi dan keunikannya masing-masing.  Dalam kurikulum humanistik ini lebih menekankan pada proses yang dilakukan anak bukan pada hasilnya.  
(b) Subjek Akademik
   Dari waktu ke waktu, para ahli akademik terus mencoba mengembangkan sebuah kurikulum yang akan melengkapi peserta didik untuk masuk ke dunia pengetahuan,  dengan konsep dasar dan metode untuk mengamati,  hubungan antarsesama, analisis data,  dan penarikan kesimpulan.  Mereka menginginkan peserta didik berlaku layaknya seorang ahli fisika,  biologi atau sejarawan. Oleh karena itu,  sebagai anggota masyarakat mereka perlu mengikuti perkembangan disiplin ilmu,  dengan memahami dan mendukungnya,  dan jika perlu melanjutkan studinya,  untuk menjadi seorang ahli dalam bidang tertentu.
   Satu kelemahan dari pendekatan ini adalah kegagalan dalam untuk memberikan perhatian pada yang lainnya,  dan melihat bagaimana isi dan disiplin dapat membawa mereka pada permasalahan kehidupann modern yang kompleks,  yang tidak dapat di jawab oleh hanya satu ilmu. (Di kutip dalam buku Prof. Dr. H. Oemar Hamalik,  Dasar-Dasar Pengembangan Kurikulum,  hal 149).
  Kesimpulannya adalah model kurikulum akademik ini merupakan suatu wadah atau cara bagi peserta didik dalam mengembangkan pengetahuan dan pemikirannya. Sehingga mereka dapat memecahkan berbagai masalah kehidupan yang dihadapi yang dijawab dengan berbagai ilmu. 
(c)  Rekonstruksi Sosial

model teknologis
3. Prosedur pengembangan kurikulum tematik
4. Manfaat pengembangan kurikulum tematik

Tidak ada komentar:

Posting Komentar