Senin, 29 April 2019

Materi 10 Filsafat Pendidikan

Aliran-aliran dalam Filsafat Pendidikan
2. Perenialisme 
a. Latar Belakang
 Perenialisme merupakan suatu aliran dalam pendidikan yang lahir pada abad kedua puluh. Perenialisme lahir sebagai suatu reaksi terhadap pendidikan progresif. Perenialisme menetang pandangan progresivisme yang menekankan perubahan dan sesuatu yang baru. Perenialisme memandang situasi dunia dewasa ini penuh kekacauan, ketidakpastian, dan ketidakteraturan, terutama dalam kehidupan moral, intelektual, dan sosial kultural.
 Dalam pendidikan, kaum perenialis berpandangan bahwa dalam dunia yang tidak menentu dan penuh kekacauan serta membahayakan.
 Mohammad Noor Syam (1984) mengemukakan pandangan perenialisme, bahwa pendidikan harus lebih banyak mengarahkan pusat perhatiannya pada kebudayaan ideal yang telah teruji dan tangguh. Perenialisme memandang pendidikan sebagai jalan kembali atau proses mengembalikan keadaan manusia sekarang seperti dalam kebudayaan ideal.

 Kesimpulannya parenialisme merupakan aliran yang bertentangan dengan aliran progresivisme. Dimana aliran parenialisme dalam pendidikannya lebih di fokuskan pada kebudayaan yang ada. Dalam pandangannya pendidikan merupakan jalan terbaik untuk mengembalikan keadaan manusia yang penuh kekacauan dengan mengutamakan pada kebudayaan.

b. Latar Belakang Filsafat
 Teori atau konsep pendidikan perenialisme dilatarbelakangi oleh filsafat-filsafat Plato sebagai Bapak Idealisme Klasik, filsafat Aristoteles sevagi Bapak Realisme Klasik, dan filsafat Thomas Aquina yang mencoba memadukan antara filsafat Aristoteles dengan ajaran (filsafat) Gereja Katolik yang tumbuh pada zamannya (abad pertengahan).

c. Pendidikan
 Perenialisme memandang kebenaran sebagai hal yang konstan abadi, atau perenial. Tujuan dari pendidikan, menurut pemikiran perenialis adalah memastikan bahwa para siswa memperoleh pengetahuan tentang prinsip-prinsip atau gagasan-gagasan besar yang todak berubah. Filsafat perenialis menekankan kemampuan-kemampuan berpikir rasional manusia, filsafat itu merupakan pengolahan intelektual yang membuat manusia menjadi benar-benar manusia dan membedakan mereka dari binatang lain.
  Kurikulim menurut kaum, perenialis harus menekankan pertumbuhan intelektual siswa pada seni dan sains.
  Beberapa prinsip pendidikan perenialisme secara umum, yaitu : 
a) Walaupun perbedaan lingkungan, namun pada hakikatnya manusia di mana pun dan kapan punbia berada adalah sama.
b) Rasio merupakan atribut manusia yang paling tinggi.
c) Tugas pendidikan adalah memberikan pengetahuan tentang kebenaran yang pasti dan abadi.
d) Pendidikan bukan merupakan peniruan dari hidup, melainkan merupakan suatu persiapan untuk hidup.
e) Siswa seharusnya mempelajari karya-karya besar dalam literatur yang menyangkut sejarah, filsafat, seni, begitu juga dalam literatur yang berhubungan dengan kehidupan sosial, terutama politik dan ekonomi.

 Kesimpulannya dalam pendidikan perenialisme memandang kebenaran suatu hal yang akan tetap abadi. Aliran ini tujuan pendidikan nya lebih terfokus pada siswa dapat memperoleh pengetahuan mengenai prinsip atau gagasan besar yang tidak berubah. Dalam pendidikan siswa di tuntut untuk mempelajari buku-buku terdahulu apa yang pernah terjadi pada masa lampau sehingga mereka bisa memiliki pedoman untuk mengatasi segala permasalahan yang adal dalam kehidupannya.

d) Potret Guru Perenialis
Potret guru dalam aliran perenialisme jika dikaitkan dengan pendidikan anaknusia dini menurut saya yaitu :
Contoh dalam belajar keagamaan.
 Adanya penekanan oleh guru pada peserta didik untuk belajar agama karena ia merasa anak-anak usia dini perlu mengetahui atau di ajarakan tentang keagamaan sejak dini karena hal itu akan berguna baginya untuk masa yang akan datang dan selanjutnya.

Sumber : 
Drs. Uyoh Sadulloh, M. Pd. 2010. Pengantar Filsafat Pendidikan. Bandung: Alfabeta

2 komentar:

  1. Kita tahu dg konsepdasar tertentu aliran perenalisme diterapkan pada abad 20 ,jadi sistem bagaimanakah aliran pembelajaran dilakukan sebelum abad 20.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Seperti yang kita ketahui aliran ini di terapkan pada abad ke 20, sblum nya aliran yang di terapkan adalah progresivisme dimana dlam pembahasan sudah di jelaskan bahwa aliran peranialisme ini merupakan reaksi terhadap aliran progresif. Jadi aliran pembelajaran yang dilakukan sebelum abad 20 adalah progresivisme dimana pendidikannya harus terpusat pada atau lebih fokus pada peserta didik. Dan aliran ini lebih memberikan kebebasan pada siswa untuk memilih dan memberikan pengalaman-pengalaman tepat.

      Hapus