Senin, 22 April 2019

Materi 9 Filsafat


ALIRAN FILSAFAT DAN FILSAFAT PENDIDIKAN SERTA PANDANGANNYA TERHADAP PENDIDIKAN
ALIRAN-ALIRAN DALAM FILSAFAT PENDIDIKAN
1.      Progresivisme
a.       Latar belakang
Progresivisme bukan merupakan suatu bangunan filsafat atau aliran filsafat yang berdiri sendiri, melainkan merupakan suatu gerakan dan perkumpulan yang didirikan pada tahun 1918.
Gerakan progresif terkenal luas karena reaksinya terhadap formalism dan sekolah tradisional yang membosankan, yang menekankan disiplin keras, belajar pasif, dan banyak hal-hal kecil yang tidak bermanfaat dalam pendidikan.

Menurut saya progresivisme merupakan suatu gerakan yang menentang atau yang memberikan reaksi terhadap sekolah yang memiliki aturan yang sangat menekan pada siswa dan sekolah yang mementingkan hal-hal kecil yang idak bermanfaat bagi pendidikan siswa.

b.      Tokoh dan pengaruhnya dalam pendidikan

c.       Strategi progresivisme
Filsafat progresif berpendapat bahwa pengetahuan yang benar pada masa kini mungkin tidak benar di masa mendatang. Karenanya, cara terbaik mempersiapkan para siswa untuk suatu masa depan yang tidak diketahui adalah membekali mereka dengan strategi-strategi pemecahan masalah yang memungkinkan mereka mengatasi tantangan-tantangan baru dalam kehidupan dan untuk menemukan kebenaran-kebenaran yang relevan. Melalui analisis diri dan refleksi yang berkelanjutan, individu dapat mengidentifikasi nilai-nilai yang tepat dalam waktu yang dekat.

Menurut saya dalam strategi progresif ini pendidik memberikan kebebasan kepada setiap siswa untuk menentukan pengalaman-pengalaman sekolahnya. Dengan adanya kebebasan mereka bisa menghadapi atau mengatasi tantangan yang akan terjadi pada kehidupannya nantinya.

d.      Pendidikan
Progresivisme didasarkan pada keyakinan bahwa pendidikan harus berpusat pada anak (child centered) bukannya memfokuskan pada guru atau bidang muatan. Kualitas atau hasil dari pendidikan, tidak ditentukan dengan menentukan atau menetapkan suatu ukuran yang berlaku secara mutlak dan abadi. Norma atau nilai kebenaran yang abadi tidak dapat dijadikan ukuran untuk menentukan berhasil tidaknya usaha pendidikan. Pendidikan dapat diartikan sebagai suatu rekonstruksi pengalaman yang berlangsung secara terus menerus.

Menurut saya progresivisme dalam pendidikan lebih mementingkan proses dari pada hasilnya. Karena dengan dalam proses tersebut anak dapat menentukan pengalaman sekolahnya. Dan dalam hal ini pendidikan harus lebih terpusat pada setiap perkembangan anak atau peserta didik.

e.       Potret Guru Progresivisme
Pak Husen mengajar IPS di suatu sekolah menengah. Ia tampaknya bergaul baik dengan para siswa. Ia suka memberi siswa kebebasan memilih sebanyak mungkin di kelas. Karena itulah, ruanggannya dibagi-bagi menjadi pusat-pusat minat dan aktivitas, dan para siswa bebas memilih di mana mereka ingin menghabiskan waktu mereka.
Sebanyak mungkin ia membawa pengetahuan buku teks pada kehidupan dengan member para siswa pengalaman-pengalaman yang tepat, seperti kunjungan lapangan, proyek kelompok kecil, aktivitas simulasi, bermain peran, eksploasi internet dan sebagainya.

Menurut saya potret guru progresivisme dalam pendidikan anak usia dini yaitu seperti guru mengajak anak untuk melakukan kegiatan menggambar. Dalam kegiatan ini guru tidak menentukan gambar apa yang harus di buat oleh anak tetapi memberikan kebebasan kepada anak gambar apa yang ingin di gambarnya sesuai dengan ide dan pemikirannya tanpa harus ada penekanan dan keharusan yang diberikan guru.

SUMBER :
Drs. Uyoh Sadulloh, M.Pd.2010. Pengantar Filsafat Pendidikan. Bandung: Alfabeta

2 komentar:

  1. Coba novita jelaskan hal hal kecil yg tidak bermanfaat bagi pendidikan dan berikan contohnya?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Menurut saya hal kecil yang tidak bermanfaat bagi pendidikan itu adalah suatu hal atau kegiatan yang di lakukan sekolah yang tidak ada sama sekali memberikan manfaat bagi anak seperti contohnya dalam belajar anak hanya di berikan belajar pasif tanpa memberikan kesempatan pada anak untuk mengeluarkan hasil pikirannya dan pendapatnya. Hal ini dapat membuat anak bosan sehingga pembelajaran yang di berikan guru tidak ada yang di peroleh anak

      Hapus