Kamis, 30 Mei 2019

Materi 14 Kurikulum



DESAIN EVALUASI KURIKULUM
1.        KOMPONEN KURIKULUM
Untuk mengetahui efektivitas kurikulum dan dalam upaya memperbaiki serta menyempurnakan kurikulum, maka diperlukan evaluasi kurikulum. Evaluasi kurikulum merupakan suatu bidang yang berkembang dengan cepat, termasuk evaluasi terhadap implementasi kurikulum.
Menurut Oemar Hamali (2008) adapun komponen desain evaluasi yaitu :
a.         Penentuan garis besar evaluasi
Ø  Identifikasi tingkat pembuatan keputusan
ØProyek situasi keputusan bagi setiap tingkat pembuatan keputusan dengan menetapkan lokasi, fokus, waktu, dan komposisi alternatifnya.
b.        Pengumpulan informasi
Ø  Spesifikasi (memerinci) sumber-sumber informasi yang akan dikumpulkan
- Spesifikasi instrumen dan metode pengumpulan informasi yang di perlukan
- Spesifikasi prosedur sampling yang akan digunakan
- Spesifikasi kondisi dan skedul informasi untuk dikumpulkan
c. Organisasi informasi
- Spesifikasi format informasi yang akan dikumpulkan
- Spesifikasi alat pengkodean, pengorganisasian, dan penyimpanan informasi
d. Analisis informasi
Spesifikasi prosedur analisis yang akan dilaksanakan dan spesifikasi alat untuk melaksanakan analisis.
e. Pelaporan informasi
- Penentuan pihak penerima (audience) laporan evaluasi
- Spesifikasi alat penyedia informasi pada penerima informasi
- Spesifikasi format laporan informasi
- Jadwal pelaporan informasi
f. Administrasi evaluasi
- Rangkuman jadwal evaluasi
- Penentuan staff dan berbagai tuntutan sumber, serta perencanaan pemenuhan tuntutan tersebut
- Spesifikasi alat untuk memenuhi tuntutan kebijakan dalam melaksanakan evaluasi
- Penilaian keampuhan desain evaluasi guna menyediakan informasi yang valid, reliable, credible dan sesuai dengan waktu yang tersedia.
2.        TEKNIK EVALUASI
Secara garis besar, teknik evaluasi yang digunakan dapat digolongkan menjadi 2 macam, yaitu :
a.       Teknik non tes
Ada beberapa teknik non-tes yaitu :
1) Wawancara atau interview
Teknik wawancara ini dilakukan dengan mengadakan tanya jawab, baik secara langsung maupun menggunakan media. Alat yang digunakan adalah pedoman wawancara. Tentu saja pedoman wawancara mengacu kepada tujuan yang ditetapkan.
2) Angket
Angket adalah wawancara yang dilakukan secara tertulis. Prinsip penggunaan dan penyusunan alat sama dengan wawancara.
3) Pengamatan atau observasi
Dilakukan dengan cara melakukan pengamatan terhadap kegiatan baik langsung atau tak langsung. Alat yang digunakan berupa panduan observasi yang disusun dalam bentuk check list atau skala penilaian.
4) Daftar cek atau check list
Terdiri dari sejumlah butir yang digunakan untuk melakukan penilaian dengan membubuhkan cek pada alat itu sesuai dengan keadaan yang dinilai.
5) Skala penilaian
Butir-butir yang dinilai dibuatkan rentangan nilai pada skala. Setiap gejala yang muncul berdasarkan pada butir itu dibuat penilaian.
b.      Teknik tes
Teknik tes biasanya digunakan untuk menilai hasil atau produk kurikulum, yang berupa hasil belajar siswa. Tes dapat dilakukan dengan tiga cara, yaitu tes lisan, tes tulisan dan tes perbuatan. Tes lisan dilakukan secara verbal. Ini terutama bertujuan untuk menilai :
a)      Kemampuan memecahkan masalah.
b)      Proses berpikir terutama melihat hubungan sebab akibat
c)      Menggunakan bahasa lisan
d)     Kemampuan mempertanggungjawabkan pendapat atau konsep yang dikemukakan
Tes perbuatan adalah tes yang dilaksanakan dengan jawaban menggunakan tindakan atau perbuatan. Ini berfungsi untuk menilai psikomotor .
Tes ini terutama bertujuan untuk menilai kemampuan :
a)      Manipulatif, yaitu kemampuan menggunkan alat.
b)      Manual, yaitu kemampuan melakukan perbuatan berdasarkan petunjuk.
c)      Non verbal, kemampuan yang susah diungkapkan secara verbal.
d)     Meningkatkan kesadaran diri tentang kemampuannya. Sehingga menimbulkan motivasi belajar.
Teknik tertulis dilakukan secara tertulis baik soal maupun jawabannya. Teknik ini mempunyai kegunaan yang sangat luas.
Pelaksanaan tes dapat menggunakan instrumen yang berupa tes baku atau tes buatan guru. Acuan yang digunakan dapat berupa acuan patokan ataupun acuan norma.
Untuk dapat melakukan penilaian kurikulum sebaik-baiknya diperlukan sikap dan kemampuan guru merencanakan dan melaksanakan evaluasi. Sehingga dapat diperoleh balikan kurikulum berdasarkan kenyatann yang di hadapi.
Kesimpulannya teknik-teknik evaluasi ini dapat mempermudah suatu guru atau sekolah unutk melihat setiap perkembangan yang terjadi pada setiap anak didiknya dan kekurangan terhadap proses pembelajaran yang diberikan sehingga mereka dapat menentukan apa yang akan dilakukan untuk kedepannya dan seperti apa proses pembelajaran yang akan dilakukan.
3.        INSTRUMEN EVALUASI
a.      Defenisi, Istilah dan Ringkasan
Istilah evaluasi, pengukuran dan tes sering diartikan sama atau saling bertukar, namun beberapa pemakai member arti yang berbeda bagi masing-masing istilah tersebut oleh Worthen & Sanders, seperti dikutip Farida Yusuf TN (2000) sebagai berikut :
a)      Tes, ialah sejumlah pertanyaan yang diberikan untuk dijawab.
b)      Pegukuran, lebih luas dari tes. Pengukuran dapat dilakukan dengan beberapa cara di samping dengan tes, antara lain dengan observasi, skala rating, cek list yang dapat memberikan informasi dalam bentuk kuantitatif.
c)      Evaluasi, pengertian evaluasi mencakup tes dan pengukuran butir a dan b di atas yaitu : Proses pengumpulan informasi untuk membuat penilaian, yang mana kemudian digunakan sebagai bahan pertimbangan dalam membuat keputusan.
d)     Observation (pengamatan), yang dilakukan guru atau pengajar tentang siswanya, dicatat untuk melengkapi informasi tentang siswanya.
e)      Anecdotal Record (AR). Catatan guru hasil pengamatan perilaku siswa yang dianggap penting untuk pertimbangan, melengkapi hasil evaluasi dengan instrument lainnya.
f)       Rating Scale (RS). Berbeda dengan AR yang tidak terstruktur. RS dapat memberikan prosedur yang sistematik dalam mencatat dan melaporkan hasil evaluasi, hasil observasi yang terstruktur, dan ada degree yang dipilih.
g)      Ceklist (CL). Ceklist hampir sama dengan RS, perbedaannya adalah macam pilihan yang diberikan untuk pertimbangan. Pada RS ada degree atau tingkatan yang harus dipilih. Pada CL yang dipilih adalah YA atau TIDAK karakteristik yang disebutkan dalam pilihan, jadi lebih sederhana.

b.      Langkah-langkah Menyiapkan Instrumen Evaluasi
1)      Tentukan unit materi yang akan dievaluasi atau dites
2)      Rumusan Tujuan Pembelajaran Umum (TPU) dan Tujuan Pembelajaran Khusus (TPK),
3)      Siapkan kisi-kisi.
4)      Buatlah butir-butir tes yang relevan dengan TPK.
Tujuan pembelajaran harus relevan dengan tujuan kurikulum dan tujuan kurikulum harus relevan dengan tujuan institusional dan tujuan nasional.
Tujuan Pembelajaran Umum (TPU) biasanya dirumuskan dalam bentuk dan kata-kata yang lebih umum.
Tujuan Pembelajaran Khusus (TPK) hendaknya mempunyai 4 elemen yang di singkat ABCD, yaitu singkatan dari kata-kata Audience, Behaviour, Condition dan Degree.

c.       Instrumen Evaluasi Teknik Observasi
Observasi langsung adalah satu-satunya cara untuk mengevaluasi beberapa aspek belajar dan perkembangan yang memerlukan info tambahan dari alat evaluasi yang lain. Hal ini dapat diperoleh dengan teknik-teknik seperti (1) Anecdotal Record (AR), (2) Rating Scale (RS), (3) Ceklist (CL).


SUMBER :
Prof. Dr. H. Oemar Hamalik. 2007. Dasar-Dasar Pengembangan Kurikulum. Bandung : PT Remaja Rosdakarya
Drs. H. Muhammad Ali, M.Pd., M.A. 1984. Pengembangan Kurikulum Di Sekolah. Bandung: Sinar Baru Algensindo
DR. Farida Yusuf Tayibnapis, M.Pd. 2008. Evaluasi Program dan Instrumen Evaluasi untuk Program Pendidikan dan Penelitian. Jakarta : Rineka Cipta

2 komentar:

  1. Dalam evaluasi pembelajaran di paud teknik manakah yg baik digunakan??

    BalasHapus
  2. Menurut saya teknik pengamatan atau observasi karena pada saat di sekolah guru melakukan pengamatan terhadap perkembangan anak yang dapat dilakukan kapan saja pada saat kegiatan sekolah berlangsung, dan teknik observasi ini juga tidak mengganggu pada kegiatan anak, di sini guru bisa mencatat setiap apa perkembangan yang terjadi pada anak supaya tidak lupa

    BalasHapus