PERENCANAAN KURIKULUM PENDIDIKAN ANAK USIA DINI
1.
1.
Visi – Misi Tujuan
Visi
kuikulum yaitu terlaksananya pendidikan yang bersifat wawasan dan dalam
pelaksanaan pembelajaran, sehingga dapat menjadi acuan untuk siswa dan guru
dalam mencapai pendidikan yang madani seperti yang di jabarkan UU DIKNAS NO 20
Tahun 2003 yaitu bertujuan untuk mengembangkan potensi bakat anak didik agar
menjadi peserta didik yang beriman, berakhlak mulia, bertaqwa kepada tuhan yang
maha Esa.
Misi
yaitu
menjadikan kurikulum yang pembelajarannya berkopetensi serta karakter siswa
yang berisikan perpaduan keterampilan dan sikap yang dapat didemontrasikan
didepan kelas mengacu pada UU No 20 2003
yang menyatakan kurikulum itu sendiri haruslah bertujuan untuk kelangsungan Pendidikan
Nasional yang mengarahkan siswa dapat menerapkan ilmunya pada masa yang akan
datang.
2.
2.
Analisis Siswa Tentang Pengetahuan Sikap
Analisis
dilakukan untuk pencapaian pengetahuan merupakan bagian dari nilai pendidikan.
Tentang standar penilaian pendidikan merupakan proses pendidikan pengumpulan
dan pengolahan informasi untuk mengukur pencapaian kompetensi diri, sikap,
mental, atau spiritualas, untuk mendapatkan nilai-nilai yang autentik serta
nilai pribadi dan penilaian porto polio ataupun tujuan itu dilakuakn untuk
menganalisis, mensetensis dan mengevaluasi (Anderson 2011)
Penilaian
kompetensi keterampilan merupakan yang dilakukan terhadap peserta didik untuk
menilai sejauh mana dimensi keterampilan untuk anak didik dilakukan apakah
lulusan anak didik tersebut memilki kualifikasi kemampuan berfikir dan tindakan
efektif dalam nilai abstrak cakupan nilai keterampilan itu adalah cara menyaji,
mengolah dan menalar.
3.
3.
Desain Struktur Kurikulum
Suatu dsain
kuriklum meliputi dan merupakan suatu proses pengembangan kurikulum yang
diawali perencanaan,yang dilanjutkan validasi,implementasi dan evaluasi. Proses
pengembangan tersebut bersifat menyeluruh dan dilaksanakan secara bertahap dan
berkesinambungan.Menurut Saylor mengajukan delapan prinsip sebagai acuan dalam
mendesain kurikulum. Prinsip-prinsip tersebut adalah sebagai berikut :
1.
Desain kurikulum harus memudahkan dan
mendorong seleksi serta pengembangan semua jenis pengalaman belajar yang
esensial bagi pencapaian prestasi belajar,sesuai hasil yang diharapkan.
2.
Desain membuat bebagai pengalaman
belajar yang bermakna dalam rangka merealisasikan tujuan-tujuan
pendidikan,khususnya bagi kelompok siswa ang belajar dengan bimbingan guru.
3.
Desain harus memungkinkan dan
menyediakan peluang bagi guru untuk menggunakan prinsip-prinsip belajar dalam
memilih,membimbing dan mengembangkan berbagai kegiatan belajar di sekolah.
4.
Desain harus memungkinkan guru untuk
menyesuaikan pengalaman dengan kebutuhan kapasitas,dan tingkat kematangan siswa
5.
Desain harus mendorong guru
mempertimbangkan berbagai pengaaman dari belajar anak yang diperoleh diluar
sekolah dan mengkaitkannya dengan kegitan belajar disekolah.
6.
Desain harus menyediakan pengalaman
belajar yang berkesinambungan ,agar kegiatan belajar siswa berkembang sejalan
dengan perkembangan terdahulu dan terus berlanjut pada pengalaman berikutnya .
7.
Kurikulum harus didesain agar dapat
membantu siswa mengembangkan watak,kepribadian,pengalaman,dan nilai-nilai
demokrasi yang menjiwai kultur
8.
Desain kurikulum harus
realistis,layak,dan dapat diterima.
Desain kurikulum dapat didefinisikan
sebagai rencana atau susunan dari unsur-unsur yang terdiri atas tujuan,isi
,pengalaman belajar,dan evaluasi.Salah satu karakteristik penting kurikulum
adalah konseptualisasi dan organisasi berbagai bagian dari kurikulum
tersebut.Dalam organisasi
kurikulum,desain kurikulum berhubungan dengan oganisasi hirizontal dan
vertikal.Organisasi horizontal sering disebut sebagai cakupan atau integrasi
horizantal yang berhubungan.
Menutut
buku Dr. Amirudin, M.Pd (2016: 6) , bahwa kualitas pembelajaran, desain
pembelajaran yang dilakukan haruslah didasarkan pada pendekatan sistem. Hal ini
didasari bahwa dengan pendekatan sistem, akan memberikan peluang lebih besar
dalam mengintegrasikan semua variabel yang mempengaruhi belajar, termasuk
keterkaitan antar variabel pengajaran yakni variabel kondisi pembelajaran,
variabel metode, dan variabel hasil pembelajaran.
Menurut
buku WINA SANJAYA.(2011) Bahwa Desain kurikulum adalah rancangan, pola, ataau
model. Mendesain kurikululum berarti menyusun rancangan atau menyusun model kurikulum
sesuai dengan misi dan visi sekolah. Tugas dan peran seorang desainer kurikulum
seperti seorang arsitek. Sebelum menentukan bahan dan cara mengkonstruksi
bangunan terlebih dahulu seorang arsitek harus merancang model bangunan yang
akaan dibangun.
Beberapa
ahli merumuskan macam-macam desain kurikulum. Eisner dan Vallance (1974)
membagi desain menjadi lima jenis, yaitu model pengembangan proses kognitif,
kurikulum sebagai teknologi, kurikulum aktualisasi diri, kurikulum rekonstruksi
sosial dan dan kurikulum rasionalisasi akademis.longstreet dan shane (1993)
membagi desain kurikulum kedalam 4 desain yaitu desain kurikulum yang
berorientasi pada masyarakat, desain kurikulum yang berorientasi pada anak,
desain kurikulum yang berorientasi pada pengetahuan, dan desain kurikulum yang
bersifat eklektik.
SUMBER
Hamalik Oemar. 2013. Dasar Dasar
Pengembangan Kurikulum. Bandung: PT REMAJA ROSDAKARYA
Amirudin. 2016. Perencanaan Pembelajaran. Yogyakarta: Parama
Ilmu
Mulyasa. 2010. Kurikulum Tingkat
Satuan Pendidikan. Bandung: PT REMAJA ROSDAKARYA
Sanjaya Wina. 2011. Kurikulum Dan
Pembelajaran. Jakarta: Kencana
www. Widya sari press com.
Perencanaan kurikulum bagaimana yg baik dan bagus untuk anak usia dini??
BalasHapusMenurut saya perencanaan kurikulum yang baik dan bagus untuk anak usia dini adalah kurikulum yang dapat meningkatkan semua aspek perkembangan anak usia dini dan yang dapat mencapai tujuan yang telah di tetapkan. Dalam setiap kegiatan perencanaan kurikulum harus dapat melibatkan anak dalam setiap kegiatan.
BalasHapus